"Saya tidak berpikir kita akan mendapatkan vonis nyata tentang bagaimana yang telah dilakukan negara sampai pandemi berakhir, dan terutama sampai kita mendapatkan data komprehensif internasional tentang semua penyebab kematian," kata Menteri Luar Negeri Dominic Raab kepada wartawan sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (6/5/2020).
Politisi oposisi mengatakan angka-angka itu membuktikan bahwa pemerintah terlalu lamban untuk menyediakan peralatan pelindung (APD) yang cukup untuk rumah sakit dan melakukan pengujian massal.
Jumlah kematian harian kumulatif yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris, yang mencatat kematian hanya untuk kasus virus corona yang dikonfirmasi, pada Selasa naik menjadi 29.427 - melebihi jumlah korban harian Italia sendiri untuk pertama kalinya.
Angka itu muncul setelah Perdana Menteri Boris Johnson baru-baru ini mengatakan bahwa Inggris telah melewati puncak pandemi Covid-19, meski mengatakan bahwa negara itu masih berada pada “fase berbahaya”.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.