Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rawan Penyebaran Covid-19, Pasar Tradisional Disemprot Disinfektan

Agregasi KR Jogja , Jurnalis-Rabu, 06 Mei 2020 |15:20 WIB
Rawan Penyebaran Covid-19, Pasar Tradisional Disemprot Disinfektan
Foto Ilustrasi Okezone
A
A
A

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali melakukan sterelisasi pasar tradisional. Kali ini menyasar tiga pasar yang berada di kawasan perbatasan. Selama ini pasar tradisional rentan menjadi lokasi penyebaran virus seiring tingginya aktivitas atau kerumunan masyarakat di sana.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogya, Yunianto Dwisutono mengungkapkan, sterelisasi itu berupa penyemprotan disinfektan dalam skala besar dan melibatkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Kebakaran.

“Sebenarnya setiap hari selalu ada penyemprotan disinfektan di semua pasar tradisional yang dilakukan oleh internal pasar. Tapi kali ini memang skalanya lebih besar,” kata Yunianto, Rabu (6/5/2020).

 virus corona

Selama proses sterelisasi, dalam sehari seluruh pedagang yang ada di pasar tersebut diliburkan dari aktivitas perdagangan. Tiga pasar yang menjadi sasaran penyemprotan secara massal ialah Pasar Kotagede, Pasar Giwangan dan Pasar Gedongkuning. Ketiganya selama ini berada di wilayah yang berdekatan dengan kabupaten lain.

“Sejauh ini belum ada temuan kasus positif akibat penularan di pasar tradisional. Makanya perlu kita jaga jangan sampai terjadi. Pasar yang tidak di wilayah perbatasan juga tetap kita semprot,” imbuh Yunianto.

Sementara itu, Lurah Pasar Kotagede Antoni Prasetyo, mengaku penyemprotan dalam skala besar pernah dilakukan pada 27 Maret 2020 lalu. Setelah kemarin, hal serupa rencananya juga akan dilakukan lagi sebelum lebaran atau sekitar 10 Mei mendatang. Seluruh rencana itu juga sudah disepakati oleh seluruh pedagang karena harus merelakan libur sehari penuh.

Diakuinya, antisipasi harus dilakukan demi menjaga pasar tradisional dari aspek kesehatan. Apalagi tidak jauh dari lokasi Pasar Kotagede, sudah ditemukan kasus positif Covid-19, yakni d wilayah Banguntapan dan Singosaren Bantul. Dikhawatirkan, dari hasil tracing terhadap pasien positif di kedua wilayah tersebut, ada yang pernah beraktivitas di Pasar Kotagede.

“Kita sampaikan jika ini bukan melulu soal rejeki tapi juga harus ada protokol kesehatan. Semoga kita semua sehat dan rejeki pun kita dapat. Kesadaran dari pedagang ini yang sangat diharapkan,” katanya.

Antoni mengatakan, total pedagang yang ada di Pasar Kotagede mencapai sekitar 900 hingga 1.000 orang. Terdiri dari sekitar 600 orang menempati los di dalam pasar, dan sisanya berjualan di luar area pasar. Keterbatasan lahan menjadi penyebab tidak mungkin dilakukan batas jarak antar pedagang. Pembatasan yang dilakukan ialah dari sisi jam operasional yakni hingga pukul 12.00 WIB. Sedangkan pasaran legi sudah disepakati ditiadakan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement