Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Suara Dentuman di Jateng Masih Misterius, BMKG Minta Masyarakat Tetap Tenang

Bramantyo , Jurnalis-Senin, 11 Mei 2020 |16:18 WIB
Suara Dentuman di Jateng Masih Misterius, BMKG Minta Masyarakat Tetap Tenang
Logo BMKG.
A
A
A

SOLO - Fenomena suara dentuman keras yang terdengar masyarakat di beberapa daerah seperti Sragen, Solo, Klaten, Solo termasuk Yogyakarta mendapatkan tanggapan dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Warjono.

Menurut Warjono,dari hasil monitoring yang dilakukan oleh BMKG Jawa Tengah Stasiun Geofisika Banjarnegara, maupun BMKG DIY Stasiun Geofisika Sleman Yogyakarta, suara dentuman tersebut tidak terkait dengan aktifitas seismik (gempa tektonik). Baik yang dipicu oleh aktifitas sesar lokal (baribis kendheng) maupun aktifitas zona subduksi selatan jawa.

"Jika melihat data meteorologis, sebagian besar awan hujan lebih terkonsentrasi di utara dan pesisir selatan jawa, hal ini konsisten dengan distribusi sambaran petir pada tanggal 10-11 mei 2020, jam 23.00 WIB sampai dengan 05.00 WIB. Di mana sebagian besar terkonsentrasi pada wilayah utara, barat laut, barat, barat daya, selatan dan tenggara Jawa Tengah," kata Warjono kepada Okezone, Senin (11/5/2020).

Sehingga, ungkap Warjono, kecil kemungkinan suara dentuman tersebut dipicu oleh aktifitas sambaran petir, dikarenakan tidak adanya aktifitas sambaran petir di lokasi terdampak pada rentang waktu tersebut. Namun demikian, tambah Warjono, mengingat luasnya daerah yang merasakan dentuman tersebut, maka perlu kajian lebih lanjut terkait penyebab pastinya.

Baca juga: BMKG: Bunyi Dentuman di Jateng Bukan Bersumber dari Gempa

"Karena banyak faktor bisa menjadi penyebabnya. Beberapa sumber yang bisa memicu, antara lain sonic boom (shock waves/gelombang kejut) dari pesawat jet ketika melebihi kecepatan suara maupun aktifitas vulkanik," ucapnya.

BMKG meminta pada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkasnya.

Sebelumnya, masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi dikejutkan dengan terdengarnya suara dentuman cukup keras menjelang waktu sahur. Meski tak mengetahui dari mana asal suara tersebut berasal, namun banyak yang mengira suara keras dentuman tersebut berasal dari Gunung Merapi.

Namun hal itu dibantah oleh pihak BPBD Klaten. Melalui salah satu staf Pusdalops BPBD Klaten Arif, saat ini kondisi Gunung Merapi terpantau tenang dan tidak ada gejolak apapun. Sehingga kabar bila dentuman berasal dari Gunung Merapi yang bergejolak itu adalah kebohongan belaka.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement