500 Pedagang Pasar di Kulonprogo Jalani Rapid Test

Kuntadi, Koran SI · Selasa 19 Mei 2020 16:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 19 510 2216588 500-pedagang-pasar-di-kulonprogo-jalani-rapid-test-EMMC3kZvJX.jpg Ilustrasi rapid test (Foto : Okezone.com)

KULONPROGO – Dinas Kesehatan Kulonprogo melaksanakan rapid test kepada pedagang pasar tradisional dan pegawai toko swalayan. Mereka menyambut kegiatan itu untuk memastikan kondisi kesehatannya.

“Hari ini mulai dilakukan rapid test kepada pedagang pasar dan pegawai swalayan. Acaranya dua hari sama besok,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami, Selasa (19/5/2020).

Rapid test ini dilakukan secara terbatas dengan kuota maksimal 500 orang. Selain pedagang dan pegawai, juga digelar untuk pengunjung, baik di Pasar Wates, Pasar Bendungan, Pasar Sentolo. Kemudian pengunjung di empat swalayan, yakni Toserba Sidoagung, Swalayan HW, Toserba WS dan Toko Busana Madyo.

“Pasar dan swalayan ini cukup ramai dan pengunjungnya banyak,” ujarnya.

Rapid test ini dilaksanakan di Puskesmas Wates, Puskemas Sentolo 2, Puskesmas Pengasih 1 dibantu Pengasih 2, serta UPT Labkesda Dinas Kesehatan Kulonprogo. Pesertanya sudah dijadwalkan dan dilakukan secara bertahap. Selama pelaksanaan mereka wajib cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

“Ini merupakan langkah kewaspadaan untuk menekan penularan Covid-19. Belakangan ada klaster Indogrosir yang berkaitan dengan warga Kulonprogo,” terangnya.

Jika nanti hasilnya reaktif, maka mereka wajib menjalani isolasi secara mandiri. Namun jika nonreaktif nantinya akan diuji sekali lagi pada awal Juni mendatang.

Salah satu pedagang Pasar Bendungan, Daryati mengaku senang dengan adanya rapid test untuk mengetahui kondisinya. Selama pandemi Covid-19, dia hanya di rumah dan beraktivitas di pasar. Hanya saja di pasar, dia kerap bertemu dengan pembeli dari berbagai kalangan.

“Senang, biar kita tahu kondisi kita. Mudah-mudahan negatif karena hanya di rumah dan pasar,” ujarnya.

Baca Juga : Soal Shalat Idul Fitri Berjamaah, Menag Minta Masyarakat Taati UU Kekarantinaan

Peserta yang lain, Setya Yuli mengatakan tidak ada permasalahan dengan pelaksanaan rapid test ini. Selama bekerja di toserba tempatnya bekerja, sudah menerapkan protokol Covid-19. Mulai dari cuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak.

“Khawatir pasti ada, tetapi teman-teman kondisinya sehat,” ujarnya.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini