nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PSBB Usai, Polda Jabar Fokus Tangani Pemudik

Mulyana, Okezone · Selasa 19 Mei 2020 21:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 19 525 2216685 psbb-usai-polda-jabar-fokus-tangani-pemudik-ZQq2thgqw7.jpg Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi (Foto : Okezone.com/Mulyana)

PURWAKARTA - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskla Besar (PSBB) serentak di Jawa Barat, telah selesai hari ini. Saat ini, jajaran Polda Jabar mulai fokus pada penanganan pemudik. Pasalnya, lebaran 2020 ini ada kebijakan dari pemerintah pusat, terkait larangan mudik. Larangan ini, bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi, mengatakan, saat ini jajarannya di Jawa Barat, mulai fokua pada kesiapa untuk mencegah arus mudik dan balik Idul Fitri 1441/2020. Bahkan, untuk memastikan kesiapan itu, pihaknya terjun ke lapangan guna melihat kondisi terbaru.

"Hari ini, kita roadshow ke wilayah-wilayah yang sering menjadi simpul kemacetan arus mudik. Seperti Karawang dan Purwakarta," ujarnya, seusai melakukan rapat koordinasi di Pos Polisi Cikopo, Selasa (19/5/2020).

Menurut Rudy, jajarannya akan mengintensifkan penyaringan kendaraan pemudik. Pemudik, akan dikembalikan (putar balik) baik itu yang keluar dari (gerbang tol) Purwakarta mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Atau sebaliknya, kendaraan yang mau dari Jawa Tengah mau ke Jakarta lewat Purwakarta.

Penyaringan kendaraan ini juga, berlaku di jalan-jalan arteri. Bahkan, sampai jalan tikus atau jalan kecil di perkampungan. Dengan kata lain, tidak ada jalan bagi warga yang tujuannya ingin mudik ke kampung halaman.

Sebenarnya, kebijakan larangan mudik ini telah disosialisasikan dan diimplementasikan selama PSBB serentak di Jabar. Bahkan, Polda Jabar telah mencatat jumlah kendaraan pemudik yang diputarbalikan ke arah kedatangannya.

"Jumlahnya, lebih dari 72 ribu unit yang telah kita paksa putar balik selama PSBB," ujarnya.

Jumlah tersebut, diperkirakan akan bertambah beberapa hari sebelum lebaran. Karena itu, pihaknya telah menginstruksikan petugas di lapangan untuk menindak tegas pemudik yang nakal.

Petugas akan memeriksa setiap kendaraan yang melintas secara seksama. Apalagi, jika yang mudik itu kelihatan. Baik dari nomor kendaraan, ataupun barang bawaannya.

"Selain itu, setiap penumpang kendaraan tersebut juga akan diminta menunjukkan kartu identitas penduduk," ujarnya.

Baca Juga : Tanggapi Instruksi Presiden, KPK Bakal Awasi Potensi Korupsi Bansos

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Zanuar Cahyo Wibowo, mengatakan, jumlah pelanggaran yang terjadi selama PSBB di daerahnya mencapai 7.500 kali. Saat ini, PSBB di Purwakarta tidak diperpanjang. Tetapi, penyekatan kendaraan tetap dilakukan di setiap cek poin yang sama.

"Volume kendaraan ada penurunan pada pagi hingga sore hari. Tetapi ada kenaikan setiap pukul 16.00-17.00 WIB atau menjelang buka puasa. Setelah itu arus kendaraan turun lagi sebanyak 25 persen," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini