nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angka Pasien Covid-19 Naik Drastis di Surabaya, Ini Kata Risma

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 22 Mei 2020 21:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 22 519 2218272 angka-pasien-covid-19-naik-drastis-di-surabaya-ini-kata-risma-VHcCBukhaD.jpeg Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Okezone)

SURABAYA - Penyebaran covid-19 atau virus corona di Kota Surabaya, Jatim semakin mengganas. Warga Surabaya yang terpapar virus corona jumlahnya terus naik. Bahkan kemarin naiknya cukup tinggi yakni bertambah 311 orang yang positif.

Bila ditotal warga Surabaya yang terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 1.566 orang per 21 Mei 2020. Sementara total warga Jatim yang positif covid-19 berjumlah 2.942 orang. Bila dilihat dari data tersebut, lebih dari separuh warga Jatim yang positif corona berasal dari Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan, meningkatnya angka Covid-19 kemarin yang signifikan lantaran Pemkot Surabaya masif menggelar rapid test. Dari 311 orang yang positif, 48 adalah orang dengan resiko (ODR).

"Namun yang ingin saya sampaikan, kenaikan ini karena kita masif melakukan rapid test. Kemudian kalau reaktif ditindaklanjuti oleh swab. Mungkin bapak ibu sekalian kaget,” terang Risma saat Rapat Koordinasi bertajuk Analisa dan Evaluasi PSBB di Kota Surabaya bersama jajaran kepolisian dan TNI, di gedung pemkot Surabaya, Jumat (22/5/2020).

Menurut Risma, berbagai upaya dilakukan dalam memutus pandemi Covid-19. Salah satu yang saat ini tengah gencar dilakukan adalah rapid test dan swab massal di sejumlah wilayah. Terutama daerah yang terdapat warga menjadi penularan Covid-19.

Kemudian pihaknya juga bisa memantau siapa saja yang terkonfirmasi. Karena setelah membuat klaster, lalu pihaknya menghubungkan dengan data kependudukan. Misalnya yang ada di daerah Rungkut.

Disamping itu, upaya lain dalam penanganan Covid-19 membuat rumah sakit darurat yakni Asrama Haji, Sukolilo, yang disulap menjadi ruang isolasi dan perawatan pasien. Karena beberapa rumah sakit tidak menerima pasien anak-anak.

"Jadi satu keluarga dimasukkan ke sana. Mengingat rumah sakit tidak dapat menampung anak-anak. Kita juga kasih mainan,” ungkapnya.

Risma menambahkan, pihaknya juga memperhatikan dampak sosial ekonomi yang segera diselesaikan. Pihaknya terus memantau data yang ada di RT/RW dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

“Ada orang yang mau bicara kalau mereka tidak mampu. Ada juga yang hanya diam saja karena belum tercover bantuan dari kami,” tandas Risma.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini