Sambut Idul Fitri, Taliban Umumkan Tiga Hari Gencatan Senjata dengan Pemerintah

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 24 Mei 2020 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 24 18 2218867 sambut-idul-fitri-taliban-umumkan-tiga-hari-gencatan-senjata-dengan-pemerintah-4hbniwDQvI.jpg Foto: Reuters.

KABUL – Kelompok militan Taliban telah mengumumkan gencatan senjata dengan pemerintah Afghanistan yang akan berlaku pada Hari Idul Fitri yang dimulai Minggu (24/5/2020). Gencatan senjata itu diumumkan menyusul serangkaian peningkatan serangan yang dilancarkan Taliban dalam beberapa pekan terakhir.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyambut baik pengumuman itu, dan mengatakan tentaranya akan menghormati ketentuan gencatan senjata.

Gencatan senjata tiga hari kemungkinan akan meningkatkan harapan pengurangan kekerasan jangka panjang di negara itu. Tetapi gencatan senjata serupa diumumkan untuk festival yang sama pada 2018 dan tidak diperpanjang.

"Jangan melakukan operasi ofensif terhadap musuh di mana pun. Jika ada tindakan yang dilakukan terhadap Anda oleh musuh, bela diri Anda," kata Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid pada Sabtu (23/5/2020), sebagaimana dilansir BBC.

Dia menambahkan bahwa gencatan senjata telah dinyatakan semata-mata untuk Idul Fitri, yang menandai akhir bulan suci Ramadhan.

"Saya menyambut pengumuman gencatan senjata," tulis Presiden Ghani di Twitter tak lama setelah seruan Taliban tersebut. "Saya telah memerintahkan (militer) untuk mematuhi gencatan senjata tiga hari dan untuk membela diri hanya jika diserang."

Ini baru ketiga kalinya Taliban mendeklarasikan gencatan senjata sementara sejak konflik dimulai.

Gencatan senjata pertama terjadi pada 2018, juga selama perayaan Idul Fitri, dan merupakan momen kunci dalam memperkuat proses perdamaian. Pejuang Taliban dan anggota pasukan keamanan berpelukan dan berpose untuk swafoto bersama. Itu tidak akan terjadi saat ini, Taliban telah memerintahkan anggotanya untuk tidak memasuki wilayah pemerintahan.

Pada awal tahun ini, Taliban menandatangani perjanjian dengan Amerika Serikat (AS) yang menetapkan jadwal penarikan pasukan asing dari negara itu. Tetapi sementara mereka menghentikan serangan terhadap pasukan internasional, mereka terus menargetkan pasukan keamanan Afghanistan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini