ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan kembali dukungan negaranya untuk Palestina ketika dunia Muslim merayakan Idul Fitri, liburan yang menandai akhir bulan suci Ramadhan.
Dalam pesan Idul Fitri untuk Muslim di Amerika Serikat (AS), Erdogan menegaskan bahwa dia "tidak akan membiarkan tanah Palestina diberikan kepada orang lain."
"Saya ingin menegaskan kembali bahwa al-Quds Al-Sharif, situs suci tiga agama dan kiblat pertama kami, adalah garis merah untuk semua Muslim di seluruh dunia," kata Erdogan sebagaimana dilansir Middle East Monitor. Erdogan merujuk pada Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, yang juga dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, dan rumah bagi Gereja Kristen Makam Suci.
Erdogan mengatakan bahwa tatanan global saat ini telah gagal menghasilkan keadilan, perdamaian, ketenangan, dan ketertiban.
President @RTErdogan’s message for U.S. Muslims on Eid al-Fitr:
— Turkish Presidency (@trpresidency) May 24, 2020
“I congratulate my American Muslim brothers and sisters’ Eid al-Fitr on behalf of the citizens of the Republic of Turkey.” pic.twitter.com/WvwGq53P79
Komentar itu disampaikan Erdogan sehubungan dengan pernyataan Israel yang mengatakan akan mencaplok bagian-bagian dari wilayah Tepi Barat pada 1 Juli. Langkah itu merupakan kesepakatan yang dicapai antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Benny Gantz, kepala partai Biru dan Putih dalam koalisi pemerintahan Negera Zionis tersebut.
"Pekan lalu kami menyaksikan bahwa proyek pendudukan dan aneksasi baru, yang mengabaikan kedaulatan Palestina dan hukum internasional, diberlakukan oleh Israel," ujarnya.
Israel Rencana tersebut telah memicu kemarahan di seluruh dunia, dan terutama kecaman keras di Turki.
Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional, sehingga membuat semua pemukiman Yahudi di sana, serta aneksasi yang direncanakan sebagai sesuatu yang ilegal.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.