Rilis Rekaman Audio, IS Sebut Covid-19 Sebagai "Hukuman Tuhan"

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 29 Mei 2020 09:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 29 18 2221320 rilis-rekaman-audio-is-sebut-covid-19-sebagai-hukuman-tuhan-ONMqlMwUOJ.jpg Foto: Okezone.

KAIRO – Kelompok teroris Negara Islam (IS), dahulu ISIS, mengatakan pandemi virus corona (Covid-19) adalah hukuman Tuhan bagi musuh-musuhnya. Pernyataan itu muncul dalam sebuah siaran audio pada Kamis (28/5/2020) yang juga menjanjikan lebih banyak serangan dari para militan IS.

Rekaman itu di-posting di salah satu situs web yang terkait IS. Orang yang berbicara dalam rekaman itu mengidentifikasi dirinya sebagai Juru Bicara IS Abu Hamzah al-Quraishi, namun Reuters tidak dapat memverifikasinya.

"Tuhan, atas kehendaknya, mengirim hukuman kepada para tiran saat ini dan pengikut mereka ... yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang," kata Hamzah al-Quraishi dalam rekaman itu, diyakini berbicara mengenai Covid-19.

"Hari ini kami senang atas hukuman Tuhan ini untukmu."

Itu adalah rekaman ketiga yang dirilis IS sejak mengangkat Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi sebagai pemimpin barunya setelah pembunuhan Abu Bakar al-Baghdadi oleh pasukan khusus AS di Suriah barat laut akhir tahun lalu.

Dalam rekaman itu Quraishi mendesak para pejuang IS "di mana pun untuk mempersiapkan semua kekuatan yang mereka miliki dan sekeras yang mereka bisa terhadap musuh-musuh Allah dan untuk menyerang tempat mereka".

"Jangan biarkan satu hari berlalu tanpa membuat hidup mereka mengerikan."

Dia tidak memberikan target spesifik tetapi menyebutkan negara-negara di mana kelompok itu aktif seperti Suriah dan Irak serta Afrika barat.

IS telah berjuang untuk menyusun kembali dan mengembangkan strategi baru sejak pembunuhan Baghdadi. Mereka kehilangan wilayah signifikan terakhirnya di Suriah tahun lalu setelah dikalahkan di Irak.

Situs web pemantauan SITE Intelligence Group mengatakan rekaman itu terlihat asli. "Juru bicara IS menggemakan sentimen jihad COVID-19 sebagai hukuman ilahi," kata SITE.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini