KELOMPOK teror ISIS mengkritik sejumlah ulama karena menutup masjid sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona.
"Mereka yang memihak penutupan [masjid] adalah kelompok yang terkait dengan entitas pemerintah," kata juru bicara ISIS Abu Hamza al-Qurashi dalam pernyataannya mengutip Al Arabiya, Jumat (29/5/2020).
"[Coronavirus] adalah alasan untuk menutup masjid ... kami memiliki bukti bahwa ini adalah alasan utama," lanjut dia.
Imam Kuwait yang kontroversial, Hakem al-Mutayri juga menggemakan sentimen yang sama. Dia mengatakan bahwa Majelis Nasional di Kuwait harus diselidiki karena keputusannya menutup masjid.
Sementara Mohammed Al-Issa, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL), meminta masyarakat untuk mengikuti "semua pedoman kesehatan" selama wabah Covid-19.
It is a religious, legal & moral duty to avoid any kind of gathering during the #coronavirus pandemic. We must work together as a community and follow all health guidelines in order to protect one another. #COVID19 pic.twitter.com/zsTaH2sJ7v
— Muslim World League (@MWLOrg_en) March 31, 2020
Syekh Mufti Besar Kerajaan Arab Saudi Sheikh Abdulaziz Al Sheikh meminta umat Islam untuk sholat di rumah selama bulan Ramadhan, dan pemerintah Arab Saudi menangguhkan layanan masjid.
Sementara itu ISIS mengeluarkan langkah-langkah pencegahan sendiri terhadap COVID-19 kepada pengikutnya pada pertengahan Maret.
Pejuang ISIS harus "menjauh dari wilayah epidemi," kata kelompok itu dalam buletin Maret, menurut Homeland Security Today. Kelompok ini juga menyarankan para pengikutnya untuk "menutup mulut saat menguap dan bersin."
Memanfaatkan pandemi
Kepala Hak Asasi Manusia PBB menuduh ISIS pada awal bulan ini mengambil keuntungan dari pandemi virus corona untuk meningkatkan kekerasan terhadap warga sipil.
Michelle Bachelet mengatakan dalam sebuah pernyataan, ISIS mengambil kesempatan untuk berkumpul kembali dan menimbulkan kekerasan kepada penduduk di Suriah.
Sejumlah pria bersenjata ISIS mengeksekusi 11 orang dalam dua serangan di Suriah pada pertengahan Mei, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Setidaknya 10 milisi Irak terbunuh oleh pejuang ISIS pada 2 Mei dalam serangan terkoordinasi dekat kota Samarra, Irak, menurut pejabat keamanan.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.