Operasi Ketupat Progo 2020: 1.546 Kendaraan Diputarbalikkan karena Langgar Protokol Kesehatan

Agregasi KR Jogja, · Minggu 31 Mei 2020 19:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 31 510 2222433 operasi-ketupat-progo-2020-1-546-kendaraan-diputarbalikkan-karena-langgar-protokol-kesehatan-VkgwPpW7Hb.jpg Foto Ilustrasi Okezone

YOGYAKARTA - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY menggelar Operasi Ketupat Progo 2020, dan telah melakukan pemeriksaan terhadap 38.188 unit kendaraan bermotor (ranmor).

Dari jumlah itu, 1.546 unit ranmor harus putar balik karena melanggar ketentuan protokoler kesehatan masa pandemi Covid-19.

Selain itu, tercatat ada 51 kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas), dengan rincian 1 meninggal dunia (MD), 2 luka berat (LB), 58 luka ringan (LR), dan kerugian material Rp 28.450000.

Pada Idul Fitri 1441 H kali ini, jumlah laka lantas menurun dibanding tahun lalu, karena kebijakan pemerintah yang tidak memperbolehkan perantau pulang kampung (mudik). Bagi yang sudah telanjur pulang kampung, diwajibkan menjalani isolasi mandiri.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY, Kombes I Made Agus Prasatya didampingi KBO Ditlantas AKBP Jan Benjamin, dan Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Kompol Ismawazir, menjelaskan, Operasi Ketupat Progo 2020 merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Hal tersebut berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang mempengaruhi aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

”Tujuan Operasi Ketupat Progo 2020 menjamin situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas serta melaksanakan instruksi pemerintah dalam rangka mencegah penularan Covid-19,” jelas I Made Agus Prasatya.

Selama dilangsungkan operasi pihak Ditlantas Polda DIY mendirikan Pospam dan Pos Penyekatan di wilayah perbatasan DIYJateng, masing-masing Pospam Penyekatan adalah Pospam Tempel, Pospam Prambanan (Sleman), Pospam Temon (Kulonprogo), dan Pospam Bedoyo (Gunungkidul).

Di Pospam-pospam tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor (roda dua dan roda empat) yang berniat ke luar-masuk DIY. Total jumlah Pospam yang dibangun 22, ditambah 4 Pospam Penyekatan bersinergi dengan TNI, Dishub, Dinkes/Puskesmas, dan Satpol PP, melibatkan 2704 personel. Di sejumlah Pospam, petugas memberikan arahan kepada pengendara mengenai aturan mudik di tengah pandemi Covid-19.

“Perlu dipahami, petugas sama sekali tidak berniatmempersulit masyarakat, melainkan justru menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat agar tidak tertular Covid-19,” tegas I Made Agus Prasatya.

Pemeriksaan tidak sebatas pada orang, melainkan juga barang-barang bawaan yang kemungkinan tidak sesuai dengan peruntukkannya. Semisal, mobil travel/penumpang yang digunakan untuk mudik Lebaran. Jika terbukti kendaraan tersebut digunakan untuk mudik dan tidak memenuhi persyarakat, maka dipersilakan untuk putar balik.

“Selain melaksanakan Dikmas dan sosialisasi tentang SOP berkeselamatan lalu lintas dalam pandemi Covid-19, petugas juga melakukan penegakan hukum non justicia dalam bentuk teguran dan memutarbalikkan kendaraan yang berniat mudik,” sambungnya.

I Made Agus Prasatya menambahkan, pascaOperasi Ketupat Progo 2020 yang berakhir 30 Mei 2020, pihaknya masih ‘memperpanjang’ operasi hingga 7 Juni 2020, dengan tujuan memastikan masalah keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam berlalulintas.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini