Cerita Calon Jamaah Haji, Menanti 10 Tahun Batal Berangkat Imbas Virus Corona

Era Neizma Wedya, iNews · Rabu 03 Juni 2020 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 610 2223578 cerita-calon-jamaah-haji-menanti-10-tahun-batal-berangkat-imbas-virus-corona-0QoFAcy4fR.jpg foto: istimewa

LUBUKLINGGAU - Seorang calon jamaah haji tahun 2020 asal Kota Lubuklinggau, Rifin (58) begitu mendengar pengumuman Menteri Agama Fachrul Razi dibatalkannya penyelenggaraan Ibadah Haji 2020 tetap Istiqomah dan berusaha Ikhlas.

Menurut Rifin, keputusan ini sebenarnya dirasa berat bagi para calon jamaah haji 2020, termasuk dirinya, namun tetap dia syukuri karena buatnya menghindari mudarat lebih utama dibanding manfaat, apalagi dalam situasi pandemi virus corona yang juga melanda Arab Saudi.

"Semua sudah diatur Allah jadi kita tetap Istiqomah saja lah mudah-mudahan masih ada umur panjang," kata Rifin saat dihubungi, Selasa (2/6/2020).

Meski berat menerima kenyataan itu, di sisi lain Rifin tetap bersyukur karena terhindar dari pelaksanaan ibadah dalam kondisi cemas.

 

Ia mengungkapkan, perasaan jika ia awalnya belum terbayangkan bahwa keberangkatan untuk beribadahnya akan ditunda, setelah melihat kondisi pandemi yang belum usai.

"Makin ke hari nampaknya ada bayangan bisa-bisa tidak berangkat ini, dan bener hari ini diumumkan," ungkapnya.

Ia mengetahui informasi keberangkatan haji batal, itu setelah ia menonton Televisi. Ia juga mengungkapkan jika ia mendaftar sebagai calon jemaah haji itu sejak tahun 2010. Tentu pastinya, ada perasaan sedih ketika tahu keberangkatan haji dibatalkan.

"Sebagai Manusiawi lah ya itu tadi semua kita kembalikan ke yang Maha Esa Allah SWT," ujarnya.

Dan ia berharap keberangkatan ini hanya tertunda saja, dan ia ingin pada tahun 2021 nanti ia bisa berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadahnya.

Sedangkan Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kota Lubuklinggau, H Azhari Rahard saat dikonfrimasi ia mebenarkan jika keberangkatan haji untuk tahun 2020 batal berangkat.

"Keputusan tersebut merupakan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 494 tahun 2020 tentang tetang pembatalan keberangkatan jamaah haji," kata Azhari Rahard.

Untuk masalah apakah Jamaah haji yang batal berangkat apakah akan diberangkatkan pada tahun 2021 nanti atau seluruh uang yang telah disetor, bagi jamaah yang ingin mengambil apakah akan dikembalikan, ia mengatakan jika ia besok Rabu (3/6/2020) akan merapatkan itu dengan kanwil Kemenag Sumsel.

"Nanti besok itu akan kita rapatkan, jadi besok keterangan yang lebih jelas akan kita sampaikan,"ungkapnya

Ia pun mengungkapkan, Jumlah Peserta Haji 2020 untuk Kota Lubuklinggau kurang lebih 215 jamaah.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini