Jurnalisnya Diserang Polisi saat Liput Demonstrasi di Washington, Australia Gelar Penyelidikan

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 18 2223711 jurnalisnya-diserang-polisi-saat-liput-demonstrasi-di-washington-australia-gelar-penyelidikan-3wu44MoxaZ.jpg Foto: Twitter/Sunrise @sunriseon7

WASHINGTON DC - Kedutaan Besar Australia di Washington, DC akan menyelidiki serangan yang dilakukan oleh polisi Amerika Serikat (AS) terhadap dua wartawan Australia. Dua jurnalis Negeri Kanguru menerima perlakukan kasar di tengah siaran langsung liputan protes di luar Gedung Putih.

Kru reporter yang bekerja untuk outlet media 7News menjadi sasaran kebrutalan polisi saat melaporkan demonstrasi di ibu kota AS pada Selasa (2/6/2020).

Rekaman film menunjukkan koresponden Amelia Brace dan Juru Kamera Tim Myers dipukuli saat polisi membersihkan kerumunan orang yang berdemonstrasi. Brace terlihat dipukul dengan tongkat, sementara Myers diserang dengan perisai anti huru-hara.

"Kami telah meminta kedutaan Australia di Washington, DC untuk menyelidiki insiden ini," kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne pada Selasa sebagaimana dilansir RT.

Perdana Menteri Scott Morrison menuntut penyelidikan atas dugaan penyerangan tersebut. "Saya ingin mendapatkan saran lebih lanjut tentang bagaimana kita akan mendaftarkan kekhawatiran kuat Australia dengan otoritas lokal yang bertanggung jawab di Washington," tambahnya.

Direktur Berita dan Urusan Publik Seven Network, Craig McPherson menyebut serangan terhadap jurnalis mereka sebagai “aksi premanisme".

"Mereka tidak dengan cara siapa pun - hanya melakukan pekerjaan mereka," kata McPherson, menambahkan bahwa perusahaan akan mengajukan keluhan sendiri terhadap perilaku polisi, menyebut insiden itu "menjijikkan."

Brace, yang kembali untuk meliput berita setelah serangan itu, mengatakan tindakan para petugas itu tidak pandang bulu dan mereka tidak peduli bahwa dia dan Myers adalah anggota media.

Apa yang terjadi pada kru Australia adalah satu dari sekian banyak contoh wartawan yang melaporkan dari protes di AS terjebak dalam kekerasan dan dijadikan sasaran oleh petugas polisi.

AS saat ini sedang mengalami protes nasional dan kerusuhan atas kematian seorang pria Afrika-Amerika, George Floyd. Dia ditangkap oleh polisi Minneapolis dan dijepit ke tanah, dengan satu petugas meletakkan lututnya di leher pria itu. Otopsi independen mengonfirmasi bahwa Floyd meninggal karena tidak dapat bernapas karena tindakan polisi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini