Diumumkan Positif Covid-19, Ibu Ini Marah Tak Kunjung Dijemput Petugas untuk Isolasi

Sigit Dzakwan, iNews · Rabu 03 Juni 2020 20:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 340 2224111 diumumkan-positif-covid-19-ibu-ini-marah-tak-kunjung-dijemput-petugas-untuk-isolasi-qIsGSU9KwV.jpeg NS (berbaju kuning) marah ke petugas yang tak kunjung menjemputnya (Ist)

KOTAWARINGIN BARAT - Perempuan berinisial NS (28) warga RT 05, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah ini marah.

NS marah karena sudah dua hari sejak diumumkan positif Covid-19 pada 1 Juni 2020 malam, ia bersama lima anggota keluarga lainnya belum dijemput untuk isolasi di rumah sakit.

“Orangtua saya sudah meninggal karena Covid-19 dan sudah dikuburkan pada Senin malam lalu. Sekarang saya dan anak-anak diumumkan positif Covid-19 tapi belum dijemput dan dikasih kabar sama sekali,” ujar NS saat dikunjungi warga yang mengantar bantuan sosial, Rabu (3/6/2020) pagi.

Bahkan ia merasa dikucilkan karena berita ia positif Covid-19 sudah menyebar. Semua menjauh dan dirinya bersama keluarga hanya bisa pasrah di dalam rumah.

“Janganlah dilambat-lambatkan, kalau memang saya positif ya ditunjukin suratnya dan saya bersama keluarga cepat diatasi,” keluhnya.

Selain NS, ada lima anggota keluarganya yang merupakan saudara dan anak-anaknya yang diumumkan positif Covid-10 per 1 Juni 2020. Kelimanya adalah RK (19), RG (10), NN (15), RM (10) dan FR (4).

Saat dikonfirmasi Kepala Puskesmas Kumai, dr Abimanyau mengatakan, pada Selasa 2 Juni 2020 melalui Pustu Desa Kapitan sudah mau mengevakuasi bersama relawan setempat.

“Kemarin sudah mau dievakuasi menuju rumah sakit bersama relawan setempat, tapi info di lapangan ada kendala. Dan kita pinjami APD. Tapi malam ini juga saya koordinasikan dulu sama Pustu Desa Kapitan, jika memang belum Insha Allah akan saya tangani,” ujar dr Abimanyu saat dihubungi Okezone, Rabu (3/6/2020).

Saat Okezone mencoba menggali lebih dalam kepada Kepala Pustu Desa Kapitan, Masdan, gawainya tidak aktif. Pesan via WA yang dikirimkan juga hanya centan satu.

Sebelumnya, akun FB @Muhammad Asary memposting video ada pasien positif Covid-19 yang marah-marah. Postingan pada Rabu 3 Juni 2020 sekira pukul 18.00 WIB itu sudah dibanjiri komentar.

Berikut isi postingannya:

“Terus kalau begini harus bagaimana.

 

Siapa yang mau disalahkan ?

 

Mereka sudah dicap sebagai pasien positif Covid-19 dan sudah tiga hari ini mereka melakukan isolasi mandiri tapi tidak ada satupun dari pihak pemerintah khususnya yang menanggulangi Covid-19 di Kobar dan Desa Sungai Kapitan untuk membantu mereka. Sampai hari ini pun mereka tidak mendapatkan perhatian sekalipun.

 

Sedikit cerita tadi pagi kami dengan Pemuda Kapitan Peduli menyalurkan donasi Tahap ke 2. Dan beliau 1 keluarga ini seperti yang mereka sampaikan sendiri di video jika mereka katanya Positif Covid-19.

 

Tapi mereka gak dapat penjelasan rinci dan surat keterangan jika sudah terpapar Covid-19. Sedangkan informasi yang beredar luas di masyarakat mereka sudah dicap sebagai pasien Covid-19.

 

Mereka kebingungan, belum lagi jika bener mereka positif kenapa mereka tidak diberikan bantuan sama sekali seperti vitamin2 atau obat2 an apapun. Mereka juga bilang sampai saat ini mereka harus beli vitamin-vitamin dengan uang mereka sendiri.

 

Jika mereka marah2 begini lantas siapa yang mau disalahkan ? Apakah mereka ini. Kami jujur merasa miris dengan kondisi mereka, sedangkan keterbatasan kami para relawan hanya sebatas memenuhi kebutuhan sehari2 mereka. Belum lagi secara psikologis mereka sudah tertekan. Karena tekanan dari sana sini jika mereka pasien Positif.” (kha)

 

 

 

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini