Tanpa Gejala, 25 Pedagang di Pasar Ini Ternyata Positif Corona

Era Neizma Wedya, iNews · Sabtu 13 Juni 2020 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 13 610 2229418 tanpa-gejala-25-pedagang-di-pasar-ini-ternyata-positif-corona-alkPyxD9Uz.jpg Pasar Kebon Semai Kota Palembang. Foto: Era Neizma/Okezone

PALEMBANG - Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Kota Palembang menyatakan pedagang di Pasar Kebon Semai, Kecamatan Kemuning, yang terpapar virus corona kini mencapai 25 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Kota Palembang Yudhi Setiawan mengatakan, dari 39 pedagang yang diambil sampel spesimennya atau tes swab pada 26 Mei 2020 lalu, 25 orang di antaranya dinyatakan positif terpapar virus corona.

"Berdasarkan hasil swab, ada 25 pedagang yang dinyatakan positif, sementtara sisanya negatif," katanya, Jum’at (12/6/2020).

Menurutnya pemeriksaan swab ini merupakan tindaklanjut dari rapid tes massal yang sebelumnya telah dilakukan kepada 82 pedagang di pasar tersebut. Maka dari itu, gugus tugas saat ini telah melakukan tracking kepada anggota keluarga maupun orang yang sebelumnya menjalin kontak langsung dengan 25 pedagang tersebut.

Baca Juga: 14 Pedagang Terpapar Corona, Pasar Serdang Masih Buka tapi Sepi 

"Saat hasilnya keluar petugas sudah langsung melakukan tracking, khususnya kepada keluarga dan orang terdekat dari pasien. Mereka nantinya akan langsung test swab," katanya.

Meski positif corona, kata Yudhi, 25 pedagang itu tampak sehat tapi masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG). Selain itu, sejak mengikuti tes swab, mereka juga berhenti berdagang sementara waktu dan menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

"Tapi setelah hasil laboratprium dinyatakan positif ini, kita akan berkoordinasi agar mereka dapat dievakuasi ke Wisma Atlet Jakabaring (yang dialihpungsikan sebagai tempat karantina," katanya.

Sementara terkait Pasar Kebon Semai yang telah kembali beroperasi sejak 7 Juni 2020, pihaknya telah menginstruksikan kepada PD Pasar Palembang Jaya selaku pengelola agar melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas pedagang maupun pembeli di pasar.

"Kita juga sudah meminta pihak dari kecamatan setempat agar membetuk tim agar dapat melakukan pengawasan di pasar, sehingga protokol kesehatan dapat benar-benar diberlakukan," katanya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini