Mahasiswa dan Santri Asal Kalteng Jalani Rapid Test Sebelum ke Pulau Jawa

Sigit Dzakwan, iNews · Selasa 16 Juni 2020 23:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 340 2231288 mahasiswa-dan-santri-asal-kalteng-jalani-rapid-test-sebelum-ke-pulau-jawa-wgrJz882Ky.jpeg

KOTAWARINGIN BARAT - Mahalnya biaya rapid tes secara mandiri sebagai syarat untuk menggunakan moda trasportasi membuat mahasiswa, pelajar dan santri asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah pusing.

Beruntung Tim Gugus Tugas Covid-19 Kobar menggelar rapid tes massal gratis di Aula Kantor Kecamatan Kumai pada Selasa (16/6/2020). Sebab banyak mahasiswa, pelajar dan santri yang mengenyam pendidikan dan Pulau Jawa harus segera kembali menimba ilmu.

“Ya tadi saat rapid tes massal bagi pedagang di Pasar Cempaka Kumai kita ikutkan 25 orang mahasiswa, pelajar dan santri yang akan kembali ke sejumlah kota di Pulau Jawa. Mereka diberikan rapid tes secara gratis sekaligus surat keterangan sehat sebagai syarat bebas Covid-19 untuk naik pesawat atau kapal laut,” ujar Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kobar, Achmar Rois kepada MNC Media, Selasa malam.

“Alhamdulillah 25 orang tersebut hasilnya non rekatif,” imbuhnya.

Di Pangkalan Bun sendiri ada tiga tempat yang bisa melakukan rapid tes mandiri. Yakni di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dengan tarif Rp450 ribu, di Klinik Polres Kobar Rp400 ribu dan di RS CH dengan biaya Rp650 ribu. “Alhamdulillah tadi dapat rapid tes gratis dan hasil non rekatif. Jadi saya bisa balik ke Jawa untuk kembali kuliah,” ujar seorang mahasiswa asal Pangkalan Bun yang kuliah di Semarang Jawa Tengah, Ani.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) Rusdi Gozali mengatakan, seringkali hal ini dikeluhkan masyarakat lantaran besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk rapid test.

"Kami melihat berbagai kepentingan masyarakat, contohnya anak didik di Kabupaten Kobar yang bermaksud sekolah keluar daerah atau santri yang kembali ke pondok pesantren, tentunya memerlukan surat keterangan hasil rapid test," ujar Rusdi, Selasa (16/6/2020).

Rencananya, DPRD akan menggelar rapat bersama Tim Gugus Covid-19 Kobar guna menentukan langkah apa yang diambil agar ketentuan rapid rest tersebut tidak memberatkan masyarakat yang memerlukan.

"Jadi rapat ini untuk menentukan langkah apa yang diambil Gugus Tugas. Apakah nanti pemeritah akan memberikan gratis rapid test atau dengab syarat tertentu serta bagaimana pola anggarannya bila nantinya rapid test bisa diberikan secara gratis.”

Selain itu menurut Rusdi Gozali, rapat bersama tim gugus dan instansi terkait ini juga diperlukan untuk menentukan apakah kebijakan new normal bakal diberlakukam di kobar atau masih belum saatnya.

"Karena kita melihat grafik jumlah antara pasien positif covid-19 yang masih jalani perawatan dan pasien yang sembuh memiliki kecenderungan landai. Melihat kondisi yang ada kami berharap ketegasan Pemkab Kobar apakah dalam waktu dekat ini memberlakukan new normal atau mengambil tindakan untuk menormalkan situasi,” jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini