KOTAWARINGIN BARAT - Mahalnya biaya rapid tes secara mandiri sebagai syarat untuk menggunakan moda trasportasi membuat mahasiswa, pelajar dan santri asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah pusing.
Beruntung Tim Gugus Tugas Covid-19 Kobar menggelar rapid tes massal gratis di Aula Kantor Kecamatan Kumai pada Selasa (16/6/2020). Sebab banyak mahasiswa, pelajar dan santri yang mengenyam pendidikan dan Pulau Jawa harus segera kembali menimba ilmu.
“Ya tadi saat rapid tes massal bagi pedagang di Pasar Cempaka Kumai kita ikutkan 25 orang mahasiswa, pelajar dan santri yang akan kembali ke sejumlah kota di Pulau Jawa. Mereka diberikan rapid tes secara gratis sekaligus surat keterangan sehat sebagai syarat bebas Covid-19 untuk naik pesawat atau kapal laut,” ujar Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kobar, Achmar Rois kepada MNC Media, Selasa malam.
“Alhamdulillah 25 orang tersebut hasilnya non rekatif,” imbuhnya.
Di Pangkalan Bun sendiri ada tiga tempat yang bisa melakukan rapid tes mandiri. Yakni di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dengan tarif Rp450 ribu, di Klinik Polres Kobar Rp400 ribu dan di RS CH dengan biaya Rp650 ribu. “Alhamdulillah tadi dapat rapid tes gratis dan hasil non rekatif. Jadi saya bisa balik ke Jawa untuk kembali kuliah,” ujar seorang mahasiswa asal Pangkalan Bun yang kuliah di Semarang Jawa Tengah, Ani.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) Rusdi Gozali mengatakan, seringkali hal ini dikeluhkan masyarakat lantaran besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk rapid test.