Bacakan Pleidoi, Istri Hakim Jamaluddin Menyesal dan Mohon Pengampunan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 17 Juni 2020 23:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 608 2231937 bacakan-pleidoi-istri-hakim-jamaluddin-menyesal-dan-mohon-pengampunan-vWFV3qitLP.jpeg Sidang virtual pembunuhan hakim jamaludin

MEDAN - Zuraida Hanum, tersangka utama pembunuhan Hakim sekaligus Juru Bicara Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin, mengaku menyesal telah menghabisi nyawa suaminya.

Pengakuan itu disampaikan Zuraida dalam pembelaan (pleidoi) yang dibacakan penasihat hukumnya, Yuyun Teja, pada persidangan yang digelar di Ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri Medan, Rabu (17/6/2020).

"Saya sangat menyesal karena perbuatan ini. Namun apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Saya memohon agar ke depan saya bisa menjadi orang yang lebih baik," tulis Zuraida.

Zuraida sendiri tidak hadir langsung dalam persidangan tersebut. Ia hanya mengikuti sidang lewat telekonfrensi video dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Gusta Medan.

Dalam pledoi tersebut, Zuraida juga memohon pengampunan atas perbuatannya. Dia meminta hakim tak menjatuhkan hukuman berat kepadanya, lantaran dia masih memiliki anak kecil yang membutuhkan perhatiannya.

"Saya hanya manusia yang lemah, kasihanilah saya. Anak saya masih kecil, masih membutuhkan kasih sayang ibu, dan dia sangat merindukan saya," tulisnya.

“Semoga Yang mulia dapat merasakan jeritan hati saya. Jeritan hati wanita yang terdzalimi. Demikan goresan hati yang saya tuangkan dalam tulisan ini, yang sesungguhnya dan sebenar-benarnya," tambah Zuraida.

Zuraida juga meminta maaf dan pengampunan dari anak dan keluarga hakim Jamaluddin. dan meminta ampun kepada yang mahakuasa," sambil menyelesaikan isi surat pembelaan dari Zuraida Hanum.

"Saya memohon ampun kepada anak dan keluarga almardhum, dan meminta ampun kepada yang mahakuasa," tandas Zuraida.

Dalam perkara tersebut Zuraida bersama Jefri dan Reza didakwa telah melakukan pembunuhan berencana terhadap hakim Jamaluddin. Pembunuhan terjadi di rumah hakim Jamaluddin di Kompleks Perumahan Royal Monaco, Medan Johor, Kota Medan pada 28 November 2019 lalu.

Setelah dibunuh, jasad hakim Jamaluddin dibuang di areal perkebunan Dusun II, Desa Sukadame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang. Saat ditemukan warga, kedua tangan hakim Jamaluddin dalam keadaan terikat. Dia ditemukan di bangku baris mobil Toyota Prado bernomor polisi BK78HD miliknya.

Pembunuhan ini sendiri bermula dari kisruh pada rumah tangga terdakwa Zuraida Hanum dengan Jamaluddin. Karena sudah tak tahan, Zuraida kemudian meminta bantuan Jefri untuk menghabisi hakim Jamaluddin. Jefri pun meminta bantuan adiknya Reza.

Belakangan diketahui, Zuraida selingkuh dengan Jefri. Keduanya mengaku beberapa kali berhubungan badan. Namun, Zuraida juga menuding korban selingkuh dengan beberapa wanita. Ia bahkan mengaku pernah memergoki hakim Jamaluddin mencoba memperkosa putri tirinya (anak kandung Zuraida).

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini