Perjuangan Orangtua Siswa Daftarkan Anaknya di PPDB Online

Bramantyo, Okezone · Kamis 18 Juni 2020 03:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 512 2231954 perjuangan-orangtua-siswa-daftarkan-anaknya-di-ppdb-online-74xoUW8HG3.jpg

KARANGANYAR - Seorang pria terlihat begitu kesal saat keluar dari Kantor Cabang Diknas Wilayah VI Jawa Tengah. Tak henti-hentinya mata pria berumur ini memandang telepon seluler yang tengah digenggamnya.

Karena penasaran, Okezone pun mendekat pria bernama Kiswadi Agus. Kepada okezone, Kiswadi Agus mengatakan bermaksud menanyakan mengapa dirinya tak bisa mendaftarkan anaknya pada situs Penerimaan Perserta Didik Baru (PPDB) online untuk siswa SMA.

Padahal NIK pada KTP miliknya tertera warga Karanganyar. Namun, saat dirinya menanyakan pada petugas, dirinya mendapatkan jawaban bila kapasitas band width PPDB online hanya dibatasi 50 ribu klik akses per hari. Jelas jawaban petugas itu membuat dirinya terkejut.

Pasalnya, bila memang kapasitas dibatasi, ribuan siswa lulusan SMP yang hendak melanjutkan kejenjang diatasnya, SMA tidak bisa karena terbatasnya akses.

"Saya mau mendaftarkan anak saya ke SMA. Sudah dua kali mencoba mendaftar dengan NIK asli Karanganyar tidak bisa. Saat saya tanyakan, katannya kapasitasnya dibatasi. Loh, kalau hanya dibatasi 50 ribu perklik, banyak anak di Karanganyar yang tak bisa mendaftar. Sekarang, kalau pendaftaran hanya 7 hari, terus akses dibatasi, bayangkan, perhari banyak yang berlomba-lomba mendaftar. Yang berhasil tentunya gembira, terus bagaimana lainnya, kok dibatasi. Itu yang membuat saya kesal,"papar Kiswadi Agus pada okezone, Rabu (17/6/2020).

Mendengar keluhan salah satu orang tua calon pendaftar PPDB online tentang pembatasan akses, okezone pun mencoba menanyakan pada petugas di posko PPDB Online Kantor Cabang Diknas Wilayah VI Jawa Tengah.

Petugas Posko PPDB online SMA & SMK Cabang Diknas Wilayah VI Jateng Gunawan membenarkan sebelumnya kapasitas band width PPDB online hanya dibatasi 50 ribu klik akses perhari. Namun, kapasitas band width PPDB online sekira pukul 14.00 WIB dinaikan menjadi sejuta orang klik akses per hari.

"Kewenangan mengapa jumlah pengakses ditingkatkan itu ada di Provinsi Jateng, kami hanya jalankan tugas sebagai operator saja mencatat pergerakan yang terjadi,"jelas Gunawan.

Menurut Gunawan, Tercatat sebanyak 776 orang yang sudah mendaftar PPDB online di hari pertama pendaftaran Rabu ( 17/06/2020). Sedangkan daya tampung di Karanganyar hanya 1.560. Untuk Jawa Tengah, daya tampung SMA sebanyak 56.552.

Pantauan okezone di Posko PPDB online untuk Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jateng di Kabupaten Karanganyar diketahui jumlah pendaftar sangat cepat sehingga diperkirakan jumlah pendaftar mulai hari kedua terus bertambah. Traffic klik pengakses data bergerak sangat cepat. Pada hari pertama saja dari posko Karanganyar mencapai 30 ribu klik akses.

Hingga pukul 16.00 WIB, jumlah pendaftar PPDB online untuk SMA se Jateng bergerak sebanyak 26.931 orang. Untuk SMK jumlahnya belum diketahui. Sedangkan jumlah siswa SMP, MTS dan SMP Terbuka tahun ajaran 2019-2020 yang lulus Ujian Nasional UN sebanyak 492.339 orang yang tersebar di 4.783 SMP yang ada di Jateng.

Adapun siswa yang tidak lulus UN sebanyak 1.133 siswa. Untuk kuota SMAN dan SMKN di Jateng tahun ajaran 2020-2021 hanya sebanyak 208.215 orang alias separo dari jumlah siswa SMP yang lulus UN.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jateng Eris Yunianto saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan selluler menjelaskan saat ini karena sistem online maka jumlah pendaftar terus alami peningkatan baik untuk SMA ataupun SMK di Karanganyar. Hanya saja untuk sistem digital PPDB siswa SMK belum bisa terpantau petugas posko PPDB.

"Tugas kami lakukan pengawasan jika terjadi kendala teknis namun sampai sekarang mulus" ungkapnya.

Meski begitu lanjut Eris pada prinsipnya Posko PPDB online yang di ada di Karanganyar status siaga bersiap mengatasi jika ada masalah.

"Karena amanat UU bahwa warga negara berhak atas kelangsungan maka itu yang menjadi prinsip pelayanan kami dalam PPDB ini," tegasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini