Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Masih Ada Masyarakat Abaikan Physical Distancing, Pemerintah Minta CFD Dievaluasi

Fahreza Rizky , Jurnalis-Minggu, 21 Juni 2020 |16:34 WIB
Masih Ada Masyarakat Abaikan <i>Physical Distancing</i>, Pemerintah Minta CFD Dievaluasi
Warga berolahraga saat CFD di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/6/2020). (Foto : Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah pusat memantau masih ada warga yang tidak melakukan physical distancing atau jaga jarak aman ketika mengunjungi car free day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia maupun Senayan, Jakarta.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menegaskan, hal ini harus menjadi evaluasi bersama. Menurutnya, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan adalah mutlak.

"Hari ini kami melakukan pemantauan di beberapa tempat seperti pelaksanaan CFD di Jakarta masih kita lihat beberapa masyarakat lupa bahwa physical distancing penting. Ini yang kami mohon untuk menjadi evaluasi kita bersama," ucap Yuri saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (21/6/2020).

"Physical distancing, menjaga jarak adalah sesuatu yang mutlak kita laksanakan," ucapnya.

Warga beraktivitas menikmati CFD di Bundaran HI, Jakarta, Minggu 21 Juni 2020. (Foto : Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)Warga beraktivitas menikmati CFD di Bundaran HI, Jakarta, Minggu 21 Juni 2020. (Foto : Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)

Tak hanya di kawasan CFD, Yuri menyebut physical distancing abai dilaksanakan di beberapa bandara, salah satunya di Batam, Riau.

"Beberapa bandara yang akan melaksanakan penerbangan di hari minggu ini, terutama yang mengarah ke Pulau Jawa kami melakukan pemantauan di Batam dan beberapa tempat lain juga demikian," ujarnya.

"Kita masih melihat banyak masyarakat yang belum tertib untuk menjaga physical distancing. Meskipun sebagian besar sudah kami lihat menggunakan masker, tetapi sekali lagi physical distancing adalah sesuatu hal yang perlu. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama," tuturnya.

Yuri menjelaskan, penggunaan masker dan menjaga jarak aman harus dilakukan untuk menyongsong adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Pola hidup baru seperti itu tidak bisa dilakukan secara parsial alias sepotong-potong, semuanya harus berbarengan.

"Karena kita tidak mungkin secara parsial, secara sepotong-sepotong melakukan pendekatan untuk pengendalian penyakit ini. Ini harus dibutuhkan kerja bersama, terus-menerus tidak terhenti," kata Yuri.

Sebagaimana diketahui, pemerintah, Minggu (21/6/2020) mencatat ada penambahan 862 orang pasien positif corona di Indonesia. Dengan demikian, jumlah total pasien positif Covid-19 sebanyak 45.891 orang.


Baca Juga : Dua Orang Reaktif Covid-19 saat Berlangsung CFD Senayan Jakarta

Untuk jumlah pasien sembuh juga terjadi penambahan sebanyak 521 orang, sehingga totalnya menjadi 18.404 orang. Pasien meninggal totalnya menjadi 2.465 orang setelah mengalami penambahan sebanyak 36 orang.

Baca Juga : Polisi : Banyak Warga Cuek dan Berkerumun saat CFD

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement