Cara Unik dan Aman Warga Bengkulu Saksikan Gerhana Matahari Cincin

Demon Fajri, Okezone · Minggu 21 Juni 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 340 2233853 cara-unik-dan-aman-warga-bengkulu-saksikan-gerhana-matahari-cincin-ucBJMAT7Lb.jpg Masyarakat saksikan gerhana matahari cincin melalui air dalam ember (foto: Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU - Berbagai cara dilakukan masyarakat di Indonesia untuk bisa melihat langsung fenomena alam Gerhana Matahari Cincin (GMC) sebagian. Termasuk di Provinsi Bengkulu.

Ada cara unik dan aman yang dilakukan masyarakat di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia'' untuk melihat GMC sebagian yang menghiasi langit Kota Bengkulu, tepatnya di Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati.

Masyarakat di daerah ini keluar rumah dengan membawa ember berisikan air. Hal tersebut dilakukan untuk melihat GMC yang menghiasi langit Kota Bengkulu, pada Minggu (21/6/2020), sekira pukul 14.48 WIB.

Cara melihat GMC dengan metode tradisional tersebut dipercaya bisa melihat proses gerhana matahari dengan jelas meski tidak menggunakan teleskop. Sebab jika melihat langsung dengan mata telanjang dikhawatirkan akan berdampak buruk pada pengliatan.

Menjelang fenomena GMC sebagian, sekira pukul 14.46 WIB, sinar matahari mulai sedkit redup karena proses GMC sebagian mulai berlangsung di langit Kota Bengkulu. Masyarakat pun mengambil ember berisikan air.

Lalu, ember berisi air diletakkan di halaman depan rumah yang terkena langsung sinar matahari. Kemudian mereka melihat prosesi fenomena GMC Sebagian di air dalam ember. Masyarakat pun mengabadikan fenomena langka itu dengan menggunakan smartphone.

''Ini cara tradisional untuk melihat GMC Sebagian di langit Kota Bengkulu. Jika melihat langsung mata telanjang akan berdampak buruk pada pengliatan,'' kata salah satu warga Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Lia Oktisa kepada Okezone, Minggu (21/6/2020).

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika, Kelas III Kepahiang, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu, Litman, gerhana yang teramati dari Bengkulu, berupa Gerhana Matahari Cincin (GMC) Sebagian.

Dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,002 di Kecamatan Tais, Kabupaten Seluma, hingga 0,030 di Kabupaten Mukomuko. Sementara, di Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Bintuhan, Kabupaten Kaur, tidak akan teramati.

''GMC di daerah Bengkulu dapat diamati sebagian kecil matahari yang tertutup,'' sampai Litman, kepada Okezone.

Visibilitas GMC di 10 kabupaten/kota di Bengkulu, terang Litman, di Kota Bengkulu kontak awal pukul 14.48 WIB, puncak gerhana pukul 14.59 WIB, kontak akhir 15.11 WIB, dengan durasi gerhana 23 menit, 4,2 detik, dan magnitudo gerhana 0,006.

Di Kabupaten Mukomuko, kontak awal pada pukul 14.29 WIB, puncak gerhana pukul 14.56 WIB, kontak akhir 15.21 WIB, dengan durasi gerhana 51 menit, 23,9 detik, dan magnitudo gerhana 0,030.

Kemudian, di Muara Aman, Kabupaten Lebong, kontak awal pada pukul 14.36 WIB, puncak gerhana pukul 14.59 WIB, kontak akhir 15.21 WIB, dengan durasi gerhana 44 menit, 27,1 detik, dan magnitudo gerhana 0,024.

Selanjutnya, di Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, kontak awal pada pukul 14.41 WIB, puncak gerhana pukul 14.59 WIB, kontak akhir 15.17 WIB, dengan durasi gerhana 36 menit, 27,1 detik, dan magnitudo gerhana 0,016.

Di Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, kontak awal pada pukul 14.46 WIB, puncak gerhana pukul 15.00 WIB, kontak akhir 15.13 WIB, dengan durasi gerhana 26 menit, 12,6 detik, dan magnitudo gerhana 0,008.

Sementara di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, kontak awal pada pukul 14.40 WIB, puncak gerhana pukul 15.00 WIB, kontak akhir 15.19 WIB, dengan durasi gerhana 38 menit, 29,7 detik, dan magnitudo gerhana 0,018.

Kabupaten Kepahiang, kontak awal pukul 14.43 WIB, puncak gerhana pukul 15.00 WIB, kontak akhir 15.17 WIB, dengan durasi gerhana 34 menit, 3,3 detik, dan magnitudo gerhana 0,014.

Untuk di Kecamatan Tais, Kabupaten Seluma, kontak awal pada pukul 14.54 WIB, puncak gerhana pukul 15.00 WIB, kontak akhir 15.06 WIB, dengan durasi gerhana 11 menit, 47,7 detik, dan magnitudo gerhana 0,002. ''GMC didua kabupaten di Bengkulu tidak teramati. Seperti di Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur,'' pungkas Litman.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini