JAKARTA – Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Akmal Taher mengatakan hingga kini penggunaan obat hydroxychloroquine dan dexamethasone guna mencegah virus corona belum terbukti secara efektif.
“Saya kira kalau untuk pencegahan sudah terlalu jauh. Tidak pernah ada penelitian menceritakan tentang itu,” kata Akmal dalam siaran langsung di BNPB Jakarta, Senin (29/6/2020).
Karena itu, Akmal ingin agar masyarakat tak melakukan tindakan bahaya dan memberikan efek samping dengan mengonsumsi obat tersebut secara mandiri untuk mencegah Covid-19.
“Jangan sampai masyarakat itu melakukan tindakan yang sebenarnya bukan cuman enggak berkhasiat, tapi bahayanya adalah efek sampingnya. Itu yang kita khawatirkan,” ucapnya.
Oleh karena itu, lanjut Akmal, Gugus Tugas tak merekomendasikan hydroxychloroquine dan dexamethasone dikonsumsi sebagai upaya pencegahan virus corona.
“Oleh karena itu jelas tidak direkomendasikan bagi masyarakat,” ucapnya.
Baca Juga : Presiden Jokowi Instruksikan Gugus Tugas Prioritaskan 57 Daerah Berisiko Tinggi Covid-19
Ia berharap masyarakat dapat menyaring informasi perihal temuan obat ataupun penelitian obat terbaru. Pasalnya pandemi virus corona baru pertama kali melanda seluruh dunia.
Sementara, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto mengimbau masyarakat untuk tidak membeli hydroxychloroquine dan dexamethasone secara mandiri ataupun tanpa resep dokter. Sebab menurutnya, obat tersebut termasuk obat keras dan memiliki efek samping.
“Pengguna obat ini hanya atas rekomendasi dokter dan tentunya ada indikasi-indikasi yang sudah ditetapkan,” tutur Agus.
Baca Juga : Doni Monardo: Jaga Jarak Sulit Dilakukan, Pimpinan Daerah Diharapkan Berinovasi Cegah Kerumunan
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.