Ini Arti Sujud Risma di Hadapan Dokter Covid-19

Syaiful Islam, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 20:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 519 2239046 ini-arti-sujud-risma-di-hadapan-dokter-covid-19-hVpAfE77RP.jpg Wali Kota Surabaya, Tri Rishamaharini saat sujud di hadapan dokter (foto: istimewa)

SURABAYA - Walikota Surabaya Tri Rismaharini melakukan sujud dihadapan para dokter merupakan bentuk permintaan maaf, kepada para tenaga medis dalam penanganan Covid-19. Risma melakukan sujud setelah mendengar paparan tentang penanganan pasien Covid-19 di RSUD Dr. Soetomo yang overload.

Sujud yang dilakukan Walikota perempuan pertama di Surabaya ini sebagai aksi spontan permintaan maaf sebagai pemimpin, ketika ada sebagian masyarakat yang belum taat protokol kesehatan. Sehingga membuat para tenaga medis di rumah sakit milik pemprov Jatim itu kewalahan.

"Kan itu konteks pertemuannya, para dokter meminta masyarakat disiplin. Kalau di hulu atau di masyarakatnya disiplin, di hilir alias penanganan kuratifnya di rumah sakit bisa dikelola dengan baik, tidak overload," terang Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, Selasa (30/6/2020).

 Baca juga: Bertambah 331, Kasus Corona di Jatim Tembus 12.136 per Hari Ini 

Adi merasa sujud yang dilakukan Risma sebagai ungkapan minta maaf karena belum bisa membuat semua warga disiplin taat protokol kesehatan. Sebagai pemimpin, sikap Risma itu merupakan sikap yang baik.

”Semua kesalahan yang mungkin warga lakukan terkait ini, dia yang tanggung. Jadi tidak menyalahkan masyarakat, tapi meminta maaf karena belum semua warga taat protokol kesehatan. Bu Risma tidak ingin warganya yang disalahkan. Maka beban itu dia tanggung di pundaknya. Pemimpin kan memang harus begitu,” ucap Adi.

Menurut Adi, permintaan maaf Risma lewat aksi sujud itu juga sebagai bentuk tanggung jawab moral, bahwa dia sebagai pemimpin belum bisa membantu optimal ke RSUD dr Soetomo karena permasalahan wewenang.

”Saya melihatnya itu sebagai bentuk permintaan maaf Bu Risma, bahwa dia sudah mencoba membantu, tapi kan tidak bisa masuk ke RSUD Dr. Soetomo karena bukan wewenangnya,” ujar Adi.

 Baca juga: 79% Pasien Covid-19 yang Dirawat di RSUD Soetomo Warga Surabaya 

Adi menambahkan, penanganan Covid-19 di Surabaya sudah berjalan baik, meski dalam sejumlah sisi perlu ditingkatkan. Upaya test, tracing, dan treatment dilakukan dengan terintegrasi.

”Semakin banyak tes, semakin kita bongkar fenomena gunung es Covid-19, lalu diperkuat tracing-nya dan treatment-nya. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Surabaya termasuk yang tertinggi. Hanya saja, itu tidak cukup. Semua harus kompak taat protokol, karena disiplin adalah vaksin terefektif dari Covid-19,” tukasnya.

Seperti diketahui, Risma melakukan aksi sujud di depan para dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) saat audiensi kemarin. Saat itu, Ketua Pinere RSUD Dr. Soetomo, dr. Sudarsono menyampaikan, rumah sakitnya overload karena masih banyak warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Menanggapi hal itu, Risma mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa masuk ke RSUD dr Soetomo karena persoalan wewenang. Bahkan, Risma menyebut bantuan APD untuk RSUD dr. Soetomo ditolak. Risma juga sempat menawarkan ruang isolasi yang masih kosong di RS Husada Utama yang difasilitasi Pemkot Surabaya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini