Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mobil Sopir Taksi Online yang Disayat Lehernya Ditemukan di Tangerang

Wisnu Yusep , Jurnalis-Senin, 06 Juli 2020 |19:13 WIB
Mobil Sopir Taksi Online yang Disayat Lehernya Ditemukan di Tangerang
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

BEKASI — Kendaraan milik korban Kamaludin (45), yang tewas setelah mengalami luka parah di bagian leher, diketemukan di Balaraja, Tangerang pada Minggu 5 Juli 2020 malam.

"Kami sudah ambil dan dibawa ke Polres, selanjutnya kita mengambil sidik jari untuk identifikasi," kata Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Heri Purnomo kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Ketika ditemukan, lanjut dia, kendaraan korban dalam kondisi kosong. Pihaknya hanya menemukan bercak darah segar. Diduga itu merupakan kendaraan korban. "Kan di sana (mobil korban) juga ada bekas darah korban. Nah nanti kita cek juga apa saja sih yang hilang dari si korban ini. Jadi sementara masih kita cek," ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai cikal bakal kasus pembegalan yang menimpa sopir taksi online tersebut.

"Ini masih melakukan penyelidikan ya, dalm peristiwa-peristiwa seperti ini kan ga ada saksinya. Kami juga tidak bisa menduga-menduga lah," jelas dia.

Sopir taksi online yang disayat lehernya meninggal dunia (Foto : Sindonews.com)

Baca Juga : Begal Taksi Online Gagal Usai Korban Melawan, Warga Ikut Kejar Pelaku

Baca Juga : Kapolri: Jangan Lupa Kata Tolong, Maaf, dan Terima Kasih

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, sopir taksi online yang mengalami luka parah di bagian leher diduga kuat menjadi korban perampokan. Pasalnya, mobil korban dan ponsel korban juga hilang.

"Dugaan sementara pencurian dengan kekerasan, barang yang hilang berupa mobil Daihatsu Siegra dan satu unit ponsel milik korban," kata Erna.

Pihak kepolisian sampai saat ini, masih melakukan penyelidikan dugaan kasus pencurian dengan kekerasan tersebut. "Kita masih lidik, cek TKP, mengumpulkan bukti-bukti, rekaman CCTV dan mencari saksi-saksi," ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement