Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perang Lawan Covid-19, Pemerintah Disebut Perkuat Benteng tapi Lemah di Lini Serang

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Selasa, 07 Juli 2020 |07:02 WIB
Perang Lawan Covid-19, Pemerintah Disebut Perkuat Benteng tapi Lemah di Lini Serang
Ilustrasi (Dok. okezone)
A
A
A

JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk lebih mengoptimalkan penguatan aspek kesehatan masyarakat untuk menekan angka penyebaran virus corona atau Covid-19.

Menurutnya, dewasa ini penanganan Covid‐19 hanya terfokus pada pelayanan klinis penyediaan fasilitas tempat tidur perawatan, dan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis.

"Belum ada penguatan yang masif dan optimal untuk aspek kesehatan masyarakat kalau kita memahami kasus ini adalah kedaruratan kesehatan masyarakat," kata Hermawan kepada Okezone, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Hermawan menuturkan, sehingga upaya pencegahan, promosi dan peningkatan kesadaran dikomunitas sekaligus penguatan daya tahan itulah yang jadi fokus pemerintahan.

"Sejauh ini upaya kesehatan salah arah kalau menyediakan fadilitas itu sama halnya memperkokoh benteng tetapi tidak memperkuat barisan di lapangan atau dilini paling depan," ujarnya.

Seharusnya, kata Ia, perang atau pengendalian virus corona adalah perkuat komunitas dimana praktisi kesehatan masyarakat para epidemiologi, penyiluh kesehatan bahu membahu bersama bidan perawat komunitas untuk edukasi masyarakat.

"Dan tingkatkan daya tahan individu dan keluarha. Oleh karena itu paradigma harus dikuatkan disamping juga tetap berlakukan PSBB," tutupnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement