MEXICO CITY - Kematian akibat virus corona baru di Meksiko akibat melonjak menembus 35.000 pada Minggu (12/7/2020), membuat negara itu menyalip Italia dan berada di peringkat keempat jumlah kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia.
Namun, terlepas dari tingginya angka kematian, Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan bahwa pandemi itu "kehilangan intensitas" di Meksiko. Dia menyalahkan apa yang disebutnya sebagai "media konservatif" karena menimbulkan kekhawatiran.
BACA JUGA: Pimpinan Geng Kriminal Terkuat Meksiko Tewas Terinfeksi COVID-19 di Penjara
Pada Minggu, Meksiko mencatat 276 kematian tambahan dan 4.482 infeksi baru untuk menjadikan total korban meninggal dunia akibat virus corona menjadi 35.006, dengan 299.750 kasus dikonfirmasi, menurut penghitungan Reuters. Jumlah itu melewati Italia yang telah mencatat 34.954 kematian dan 243.061 kasus, dan di belakang Amerika Serikat, Brasil, dan Inggris yang mencatat jumlah korban jiwa lebih tinggi.
Presiden Lopez Obrador baru-baru ini menghadapi kritik karena dianggap terlalu cepat membuka kembali ekonomi Meksiko.
Lopez Obrador mengatakan ia telah diberitahu tentang pandemi pekan lalu dan optimis.
“Laporannya positif, bagus. Kesimpulannya adalah bahwa pandemi turun, bahwa kehilangan intensitas,” katanya dalam pesan video yang dilansir Reuters.