Diselamatkan Penjaga Pantai Malta, 65 Migran Dites Positif Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 29 Juli 2020 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 18 2254074 diselamatkan-penjaga-pantai-malta-65-migran-dites-positif-covid-19-G8qbTv93XT.jpg Foto: Reuters.

VALETTA - Dua pertiga dari 94 migran yang diselamatkan penjaga pantai Malta di Laut Mediterania, atau Laut Tengah, dinyatakan positif Covid-19.

Dalam tes yang dilakukan saat kedatangan sebanyak 65 imigran tersebut dinyatakan positif Covid-19. Sementara itu 20 dinyatakan negatif, dan sembilan lainnya akan menerima hasilnya nanti.

Para migran, yang diperkirakan berasal dari Eritrea, Maroko dan Sudan, dilaporkan telah melaut selama 30 jam sebelum dijemput ketika kapal mereka mulai terisi air. Selanjutnya, mereka akan tetap dikarantina di pusat penerimaan.

BACA JUGA: Salah Satu Orang Terkaya di Malta Didakwa Atas Pembunuhan Jurnalis Anti-Korupsi

"Para migran yang tiba dengan kapal segera dikarantina selama 14 hari dan diuji. Para migran yang positif akan terus diisolasi dan sisanya akan tetap dikarantina dan ditindaklanjuti," kata kementerian kesehatan Malta sebagaimana dilansir BBC.

Kelompok migran itu dilaporkan berangkat dari Libya dengan kapal kecil. Mereka baru ditemukan penjaga pantai Malta setelah mengirimkan sinyal marabahaya.

"Kelompok ini tiba di Malta bersama-sama dan berhubungan dengan sangat sedikit orang lain sebelum mereka diuji," tambah kementerian itu, mengecilkan kemungkinan penduduk setempat terinfeksi.

BACA JUGA: Bandingkan Kanselir Jerman dengan Hitler, Dubes Malta di Finlandia Mengundurkan Diri

Kasus-kasus baru berarti total kasus aktif Covid-19 di Malta telah mencapai 99, menurut laporan kantor berita AFP.

Para migran tersebut adalah kelompok tunggal terbesar dari kasus positif Covid-19 yang terdeteksi di pulau kecil itu sejak orang pertama dites positif pada 7 Maret. Rekor sebelumnya dalam pertambahan kasus terbesar sehari adalah 52 yang tercatat pada April.

Sejauh ini negara itu memiliki sembilan kematian terkait virus corona yang tercatat.

Ketika pandemi itu mencapai puncaknya di Eropa, negara dengan penduduk 450.000 jiwa menutup pelabuhan sepenuhnya, termasuk untuk menyelamatkan migran.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini