PMG Ahli Muda Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Sabar Ardiansyah mengatakan, pasca gempa doublet mengguncang Provinsi Bengkulu, pada Rabu 19 Agustus 2020, pagi, tercatat gempa telah menguncang wilayah Bengkulu sebanyak 12 kali.
Besarannya dari M=2,7 hingga M=4,9. Rentetan gempa susulan tersebut dipengaruhi sesar Mentawai-Pagai bagian Selatan sedang aktif. Sehingga gempa-gempa kecil pasca gempa utama masih terjadi di provinsi berjuluk Bumi Rafflesia ini.
''Pusat gempa susulan berada disekitar gempa utama. Gempa susulan ini karena adanya segmen Mentawai-Pagai bagian selatan sedang aktif. Namun, besaran gempa susulan ini lebih kecil dari gempa utama kemarin,'' kata Sabar, saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (20/8/2020).
Gempa susulan, terang Sabar, akan tetap terjadi hingga dua atau tiga hari kedepan. Sebab, kata Sabar, sesar Mentawai-Pagai belum benar-benar stabil. Namun, gempa susulan itu lebih kecil dari gempa utama.
''Gempa susulan tetap akan terjadi, besaranya lebih kecil dari gempa utama kemarin,'' pungkas Sabar.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.