Kapolda Papua Minta Dukungan Tokoh Daerah Ungkap Pelaku Pembunuhan Sadis

Edy Siswanto, Okezone · Jum'at 28 Agustus 2020 02:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 340 2268704 kapolda-papua-minta-dukungan-tokoh-daerah-ungkap-pelaku-pembunuhan-sadis-WmIgWRdLQi.jpg Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw minta bantuan tokoh adat ungkap pembunuhan sadis di Yahukimo (Foto : Polda Papua)

JAYAPURA - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw meminta para Tokoh Masyarakat, Adat dan tokoh-tokoh lain di Kabupaten Yahukimo untuk mendukung langkah tegas aparat keamanan untuk menemukan para pelaku pembunuhan sadis di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolda saat menggelar pertemuan di Dekai Yahukimo bersama Pemda Yahukimo, tokoh adat, tokoh masyarakat yang juga dihadiri Kasdam XVII/ Cenderawasih Brigjen Bambang Trisnohadi, beberapa pejabat utama Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih serta Kapolres dan Dandim Yahukimo.

"Saya menyampaikan kepada para Tokoh, kami Kepolisian sangat serius dalam kasus ini sehingga saya meminta kepada para Tokoh untuk dapat bekerjasama dalam mencari keberadaan pelaku," ucap Kapolda, Kamis (27/8/2020).

Ditegaskannya, pihak Kepolisian akan menindak tegas para pelaku pembunuhan sadis terhadap warga sipil di Yahukimo, termasuk jika terjadi perlawanan saat pencarian para pelaku.

"Saya menegaskan bahwa kita harus tegas mencari pelaku/tersangka panganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut, apabila ada perlawanan harus tindak tegas,"ucap Kapolda.

"Negara kita ini adalah Negara Hukum, kita harus tangkap pelaku, kenapa dia membantai, menganiaya orang lain. Apabila pelaku melawan kita tindak tegas, kami serius bahwa kami akan mengungkap kasus ini. Oleh karena itu, kami meminta kepada Bapak sekalian untuk mendukung kami," ujarnya.

Kapolda sangat menyangkan serangkaian pembunuhan yang terjadi, baik kepada PNS KPUD Henry Jovinski, maupun warga sipil lain, yakni Moh. Toyib dan buruh batu batako Jauzan alias Ocan (sebelumnya ditulis Yauzan).

"Kita tidak bisa membiarkan mereka-mereka, preman ini membuat kacau di sini, masyarakat dan SDM di Kabupaten Yahukimo ini harus dibangun demi kebaikan Kabupaten ini. Ini sementara menjalankan tugas pengabdian dibunuh, warga sipil yang mencari nafkah keluarga dibunuh. Jika Kapolres merasa bahwa personel kita kurang agar segera disampaikan,"tegas Kapolda.

Baca Juga : KPK Setor Uang Pengganti Koruptor Sebesar Rp620 Juta ke Kas Negara

Sementara Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen Bambang Trisnohadi mengapresiasi Kapolda Papua yang sangat responsif atas kasus yang terjadi di Yahukimo.

"Kami sangat mengapresiasi Bapak Kapolda yang sangat responsif terhadap kasus yang terjadi di Yahukimo ini. Dimana kasus ini sudah menjadi sorotan nasional bukan hanya di Papua saja. Ini menjadi tanggung jawab kita semua, sudah ada beberapa kasus namun belum menemukan titik terang. Kita harus mendalami apa motif dari pelaku,"ucapnya.

Menurutnya perlu ada upaya reaktif atas informasi sekecil apapun soal serangkaian kasus pembunuhan yang terjadi.

"Perlu adanya upaya-upaya yang reaktif, setiap informasi sekecil apa pun disampaikan kepada Kepolisian untuk kemudian diolah. Saya yakin teman-teman di ruangan ini ada memiliki informasi, itu yang harus disampaikan,"ucapnya.

Selain melakukan pertemuan dengan para Tokoh, Kapolda dan Kasdam serta rombongan melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jembatan Kali Buatan, jalan Gunung Dekai Yahukimo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini