Kematian Akibat Covid-19 di Dunia Lampaui 1 Juta

Agregasi VOA, · Senin 28 September 2020 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 18 2284967 kematian-akibat-covid-19-di-dunia-lampaui-1-juta-QU3uIM1Fb0.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JUMLAH korban tewas akibat virus corona di seluruh dunia pada Minggu (27/9/2020) telah melampaui angka satu juta. Angka itu tercapai dalam waktu kurang dari setahun sejak virus itu muncul di China dan meluas ke seluruh dunia.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan kerugian besar pada ekonomi global, menyebabkan ketegangan geopolitik dan mengubah kehidupan sosial masyarakat di berbagai bagian dunia.

Perhelatan olahraga, acara hiburan tatap muka, dan perjalanan internasional terhenti karena para penggemar, penonton, dan turis diperintahkan tinggal di rumah, mengikuti aturan karantina wilayah ketat guna mencegah penyebaran virus corona.

BACA JUGA: Infeksi Virus Corona di India Tembus 5 Juta Kasus

Pembatasan sosial yang ketat terhadap lebih dari empat miliar orang yang diberlakukan pada April, awalnya berhasil memperlambat laju penyebaran virus. Namun, sejak pembatasan dilonggarkan, kasus-kasus bertambah lagi.

Menurut penghitungan kantor berita AFP berdasarkan sumber-sumber resmi, pada Minggu, penyakit Covid-19 telah menewaskan lebih dari satu juta orang dan menginfeksi lebih dari 33 juta.

Amerika Serikat (AS) memiliki jumlah kematian tertinggi dengan lebid dari 200 ribu kematian, disusul Brasil, India, Meksiko dan Inggris, demikian diwartakan VOA.

Para ilmuwan masih berusaha mengembangkan vaksin yang efektif untuk melawan penyakit ini.

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) awal tahun ini memperingatkan bahwa krisis ekonomi bisa menyebabkan "krisis yang tak pernah terjadi sebelumnya" sementara Produk Domestik Bruto (PDB) dunia merosot.

BACA JUGA: Gelandangan dan Orang Gila Disebut Lebih Kuat Hadapi Covid-19

Pada pertengahan September terjadi rekor kenaikan kasus di banyak wilayah, dan Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) telah memperingatkan bahwa kematian akibat virus bisa berlipat ganda hingga dua juta apabila tidak ada aksi kolektif global.

"Satu juta adalah angka yang menyedihkan dan kita harus memikirkannya sebelum korban mencapai dua juta," kata direktur darurat WHO, Michael Ryan, pada Jumat (25/9/2020).

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini