Cegah Klaster Demo Buruh, Polisi Imbau Massa Patuhi Protokol Kesehatan

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 07 Oktober 2020 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 519 2289840 cegah-klaster-demo-buruh-polisi-imbau-massa-patuhi-protokol-kesehatan-pSg69Bl92r.jpg Kapolresta Malang Kota Leonardus Simarmata. Foto: Avirista

KOTA MALANG - Buruh akan melakukan demo menolak UU Cipta Kera di Malang pada Kamis 8 Oktober 2020. Hal itu diketahui polisi udah mendapat pemberitahuan dari perwakilan massa buruh tersebut.

"Kita sudah menerima pemberitahuan besok dari serikat buruh maupun dari mahasiswa. Sebenarnya ini kami sampaikan sudah ada perintah ini dilarang, sebenarnya tidak ada izin," ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata ditemui di Mapolresta Malang Kota, Rabu (7/10/2020).

Namun Leo - panggilan akrabnya memastikan akan tetap melayani dan memberikan pengamanan kepada massa dalam menyampaikan aspirasinya.

"Ini kegiatan tidak mendapat izin, tetapi apapun itu kita akan tetap melayani, kami imbau supaya bisa menjaga keamanan dan kondusifitas, bahwa ini dalam masa Pandemi Covid-19 jangan merasa aman, bisa jadi klaster unjuk rasa," terang Leo, sapaan akrabnya.

Mantan Wakapolrestabes Surabaya ini menegaskan peserta aksi harus tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah klaster baru Covid-19 atau klaster demo buruh.

"Saya katakan kita ini kegiatan pengamanan, tidak boleh jadinya pembagian masker. Dua hal berbeda kita sampaikan, ada risiko unjuk rasa yang melibatkan orang banyak, apalagi tidak menggunakan protokol kesehatan, saya sampaikan ini sebenarnya tidak berizin tapi kita tetap layani. Sudah begitu saja," ucap Leo.

Pihaknya berencana mengerahkan 400 personel untuk mengamankan demonstrasi tersebut. Namun jumlah tersebut bisa saja bertambah, tergantung jumlah massa aksi yang hadir.

"Masih akan kita buatkan rencana pengamanan hari ini, melibatkan kurang lebih 400 personel. Kita berharap bisa terlaksana dengan baik dan jumlahnya tidak terlalu banyak, pemberitahuannya banyak yang mau dihadirkan," paparnya.

Baca Juga: Besok, BEM Seluruh Indonesia Demo Besar-besaran Tolak UU Cipta Kerja

Selain mengamankan aksi demonstrasi, polisi bersiap melakukan penyekatan di perbatasan mengantisipasi adanya keberangkatan massa aksi ke Surabaya.

"Itu sekalian nanti penyekatan, pasti kita akan lakukan, meskipun kemarin sudah lakukan penggalangan teman-teman buruh mereka komitmen. Ada lima serikat mereka menyatakan tidak akan berangkat ke Surabaya, maupun ke Jakarta. Mereka sudah sampaikan itu," tukasnya.

Sebagai informasi, rencananya ada ribuan mahasiswa dan buruh yang turun ke jalan di Kota Malang guna menyampaikan aspirasi penolakan penetapan UU Omnibus Law Cipta Kerja. Rencananya aksi tersebut difokuskan di kawasan Bundaran Tugu Gedung DPRD Kota Malang.

Baca Juga: 12 Poin Omnibus Law UU Cipta Kerja Viral di Medsos, Ini Penjelasan DPR


(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini