Wali Kota Cirebon Tolak Wacana Perubahan Jabar Jadi Provinsi Sunda

Fathnur Rohman, Okezone · Rabu 14 Oktober 2020 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 525 2293654 wali-kota-cirebon-tolak-wacana-perubahan-jabar-jadi-provinsi-sunda-efenfivIZF.jpg Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis. (Foto: Okezone.com/Fathnur R)

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis secara tegas menolak wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Provinsi Sunda. Perubahan nama itu diusulkan oleh sejumlah tokoh Sunda.

Menurut Azis, wacana perubahan nama provinsi ini berpotensi menimbulkan perpecahan. Mengingat, Provinsi Jawa Barat dihuni oleh beragam suku, terutama di wilayah pesisir Pantai Utara (Pantura) seperti Cirebon dan Indramayu.

Azis menilai, pergantian nama akan membuat masyarakat yang tinggal di daerah Pantura merasa tidak dianggap.

"Kalau kemudian diganti Sunda, nanti ada sebuah pemikiran yang berbeda dari Pantura, yang merasa tidak dianggap. Jadi saya tidak setuju. Nanti ada pengistimewaan terhadap kelompok tertentu yang ada di Jabar," kata Azis kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Fadel Muhammad Tampung Aspirasi Perubahan Nama Provinsi Jabar Menjadi Provinsi Sunda

Azis menerangkan, nama provinsi saat ini sudah tepat. Sebab, bisa merangkul semua suku dan etnis. Selain itu, kata dia, nama Jawa Barat jauh lebih nasionalis. "Jawa Barat lebih keren, lebih nasionalis," ujar Azis.

Menurut dia lagi, wacana perubahan nama provinisi ini juga menimbulkan keinginan dari daerah lain untuk membuat provinsi sendiri. "Kalau Sunda, nanti kami yang di Pantura apa?" tanyanya.

Baca juga: Sejumlah Tokoh Sunda Ingin Ubah Jabar Jadi Provinsi Sunda, Ini Alasannya

Sekadar diketahui, wacana penggantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda kembali mencuat dalam Kongres Sunda 2020 di Perpustakaan Ajip Rosidi, Kota Bandung, Senin 12 Oktober 2020.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain tokoh sunda Acil Bimbo, Andri Kartaprawira, dan Anggota DPR RI Erni Sumarni. Kemudian datang juga Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini