Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Pusat Minta Pemda Prioritaskan Pencegahan Stunting

Dita Angga R , Jurnalis-Selasa, 24 November 2020 |16:06 WIB
Pemerintah Pusat Minta Pemda Prioritaskan Pencegahan Stunting
Ilustrasi (Foto: Ilustrasi Sindonews)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah pusat terus mendorong agar pemerintah daerah (pemda) menjadikan pencegahan stunting sebagai prioritas pembangunan. Dengan begitu, seluruh sumber daya yang dimiliki pemda dapat dimobilisasi untuk pencegahan stunting.

“Dengan komitmen yang kuat kepala daerah saya optimistis target penurunan prevalensi stunting hingga angka 14% di tahun 2024 mendatang dapat tercapai,” kata Staf Khusus Wapres yang juga Sekretaris Eksekutif Ad Interim TNP2K Bambang Widianto dikutip dari rilis Setwapres, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga: Tantangan Mengatasi Stunting di Pedalaman Papua

Dia mengatakan bahwa saat ini terdapat 260 kabupaten/kota yang dijadikan prioritas dalam program percepatan pencegahan stunting. Di mana, sebagian besar sudah menandatangani komitmen untuk melakukan percepatan pencegahan stunting.

“Di mana, dari 258 kepala daerah dari wilayah prioritas tersebut telah menandatangani komitmen untuk melakukan percepatan pencegahan stunting di wilayahnya,” ungkapnya.

Bambang mengatakan, pemerintah pusat juga memberikan dukungan dalam percepatan program pencegahan stunting di daerah. Salah satunya dengan dukungan anggaran yang tahun ini besarnya mencapai Rp27,5 triliun. Di mana, anggaran ini tersebar di seluruh kementerian/lembaga.

"Pemerintah pusat juga menganggarkan dana alokasi khusus (DAK) bagi lokasi prioritas. Baik itu DAK fisik maupun DAK nonfisik. Khusus mengenai DAK Nonfisik, pemerintah mengalokasikan dana khusus melalui BOK Kesehatan yang dapat digunakan oleh Kabupaten/Kota untuk melaksanakan konvergensi pencegahan stunting di wilayahnya. Dana Desa pun menjadi sumber dana pencegahan stunting," paparnya.

Baca Juga:  Wapres Ma'ruf Minta Kepala Daerah Jadikan Pencegahan Stunting Prioritas Pembangunan

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa dalam Survei Status Gizi Balita Indonesia pada tahun 2019 menunjukkan prevalensi stunting turun. Di mana, dari 30,8% pada 2018 menjadi 27,7% pada tahun 2019 atau turun sekitar 3,1%.

“Jika ditarik lebih jauh dari tahun 2013, maka rata-rata penurunan adalah sebesar 1,6% per tahun,” pungkasnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement