JAKARTA – Pelanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di Jakarta Barat mencapai 23 ribu orang, hasil beberapa bulan pelaksanaan razia. Menyikapi itu, Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuawanto menyebut kesadaran masyarakat cukup minim.
Karenanya, ia bakal lebih gencar mensosialisasikan 3M, mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. Upaya ini akan serempak dilakukan oleh Pemkot Jakarta Barat.
“Perlu diketahui sampai hari ini Satpol PP Pemkot Jakarta Barat telah mencatat pelanggar prokes sebanyak 23 ribu orang yang sudah menjalani proses sanksi sosial serta sanksi administratif,” kata Uus di hadapan 56 Lurah se Jakarta, Senin (23/11/2020) sore.
Uus menyebut banyaknya jumlah pelanggar prokes di wilayahnya bukan karena kesalahan gugus tugas. Menurutnya, Gugus Tugas RT-RW se-Jakarta Barat sudah menjalankan tugasnya dengan baik.
Terlebih dalam beberapa kasus Covid-19, gugus tugas bisa menyelesaikan dan menuntaskan secara gotong royong, serta kerja sama baik dari warga dan para pemimpin wilayah masing-masing (RT/RW).
Baca juga: Polri Ultimatum Putri & Menantu Habib Rizieq untuk Patuh Hukum
Hanya saja, lanjut Uus, tingginya angka pelanggar tak lepas dari masih minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan.
“Masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan menjadi penyebab masih tingginya angka Covid-19,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya akan terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Pemkot Jakarta Barat akan menambah bantuan seperti sabun cair untuk cuci tangan dan hand sanitizer disetiap wilayah Jakarta barat (kelurahan-kecamatan).
“Motto 3M akan terus dicanangkan kepada warga Jakarta Barat untuk menekan jumlah kasus Covid-19,” tutupnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.