Diejek Miskin Tak Bisa Beli Handphone, Pemuda di Malang Bunuh Temannya Sendiri

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 01 Desember 2020 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 519 2319579 diejek-miskin-tak-bisa-beli-handphone-pemuda-di-malang-bunuh-temannya-sendiri-eaJtoUbUZh.jpeg Gelar perkara kasus pembunuhan di Malang (Foto: Okezone/Avirista)

MALANG – Pemuda asal Kalipare tega membunuh temannya sendiri akibat diejek tak bisa membeli handphone baru.

Pelaku bernama Santoso (20) warga Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang diketahui membunuh Adit Pratama (14) warga Desa Sukowilangun, dengan cara mencekik hingga Adit tewas di kebun singkong warga.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menyatakan, pelaku Santoso dan korban merupakan teman yang saling kenal selama tiga minggu. Keduanya kerap nongkrong bersama di warung kopi di wilayah Kalipare.

“Saat nongkrong di warung kopi ini ada ucapan korban yang cukup menyinggung pelaku, yaitu korban menyatakan baru menggunakan handphone baru, dikomentari pelaku handphone baru, oleh korban dijawab ya handphone baru, orang miskin gak mungkin bisa beli handphone baru,” ujar Hendri Umar saat memimpin rilis pada Selasa siang (1/12/2020) di Mapolres Malang.

Dari sanalah pelaku Santoso memendam rasa sakit hati, sehingga terpikir menghabisi nyawa temannya usai nongkrong pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Kemudian oleh pelaku, korban dijebak diajak mencari burung di ladang belakang Pasar Peteng, Kalipare, Kabupaten Malang.

“Saat berdua 100 meter sebelum TKP (tempat kejadian perkara, ladang singkong) 100 pelaku mencekik korban, hingga korbannya sempat pingsan. Namun korban sempat sadar dan berlari hingga akhirnya bisa ditangkap oleh pelaku. Pelaku kemudian kembali mencekik korban, hingga benar – benar korbannya meninggal dunia,” terangnya.

Namun untuk memastikan Adit telah meninggal dunia atau belum, ia menungguinya selama dua jam hingga Jumat pagi 27 November 2020 sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah dipastikan tak bernyawa, Santoso kemudian menutupi tubuh korban dengan daun singkong dan daun pepaya yang diambil dari lokasi sekitar.

“Pelaku meninggalkan korban ditinggal begitu saja di lokasi dengan ditutupi oleh daun pepaya dan daun singkong, pelaku juga membawa kabur handphone korban,” bebernya.

Sementara itu pelaku Santoso mengakui bila dirinya sakit hati lantaran hinaan korban yang menyebutnya orang miskin dan tak bisa membeli handphone baru.

“Saya kesal sakit hati, saya diejek dia, dikatakan orang miskin nggak bisa beli handphone baru, dia mengejek di warung (saat nongkrong) itu,” ucapnya.

Sebelumnya sebuah jasad ditemukan warga pada Senin kemarin 30 November 2020 di ladang singkong warga. Diketahui jasad tersebut adalah anak berusia 14 tahun bernama Adit Pratama yang sempat dilaporkan hilang oleh orang tuanya sejak Kamis malam.

Jasad bocah tersebut ditemukan oleh seorang pencari rumput dalam keadaan ditutup daun singkong dan dan pepaya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini