"Kami sangat tidak terima dengan keadaan kami yang sangat kami sesalkan adalah setelah dibunuh putra-putra kami dibunuh tidak ada keterangan dari pihak kepolisian yang menghubungi keluarga. Menghubungi kami itu tidak ada," imbuhnya.
Menurut Suhada, hal tersebut menandakan sebuah negara yang beradab berasaskan kemanusiaan yang adil dan beradab, namun sangat biadab dan sangat tidak beretika. Pihaknya juga sangat tidak terima bila puteranya dan para mujahid ini dikatakan membawa senjata.
"Padahal, kami tahu persis siapa dan kami tau dia aktif di mana. Artinya, mereka tidak akan pernah membawa senjata dan ketika ada kami nonton di TV ada senjata itu dari mana. Seandainya mereka memahami syariat Islam kami siap bermuhabalah," tuturnya.