“Saya tidak pernah berpikir hari ini akan datang dan saya sangat ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah bekerja keras untuk menyatukan kembali kami,” katanya.
“Impian saya adalah agar semua teman Uighur saya bisa bersatu kembali dengan keluarga mereka,” terangnya.
Diketahui, kelompok hak asasi mengatakan China menahan sekitar satu juta orang Uighur dan Muslim lainnya di kamp-kamp penahanan. Namun, China menyangkal dan mengatakan mereka memerangi terorisme dan ekstremisme agama. Mereka pun mengklaim menawarkan “pendidikan ulang politik” kepada mereka yang berada di kamp-kamp.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.