Sebarkan Informasi Hoax Malang Zona Hitam Covid-19, Pria Ini Diamankan Polisi

Avirista Midaada, Okezone · Senin 21 Desember 2020 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 519 2331452 sebarkan-informasi-hoax-malang-zona-hitam-covid-19-pria-ini-diamankan-polisi-Si80eXcIOl.JPG Tersangka hoaks di Polres Malang (Foto: Okezone/Avirista)

KOTA MALANG - Warga Lamongan diringkus Polresta Malang Kota karena menyebarkan berita hoax mengenai zona hitam Covid-19 dan larangan berkunjung ke Kota Malang. Pelaku berinisial AC (52) diamankan di rumahnya di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran pada Kamis 17 Desember 2020.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, bila pelaku awalnya teridentifikasi menyebarkan informasi zona hitam Covid-19 di Kota Malang saat tengah nongkrong di sebuah warung kopi di Jalan Danau Bratan Raya Sawojajar pada Rabu 16 Desember 2020. Pelaku kemudian pulang ke rumahnya ke rumahnya di Lamongan.

"Pelaku ini menyebarkan berita bohong lewat media sosial Facebook-nya sendiri dengan nama Amar Senengan Ku," ujar Leonardus saat memimpin rilis pada Senin siang (21/12/2020), di Mapolresta Malang Kota.

Dalam unggahannya pelaku di akun Facebook-nya Amar Senengan Ku menuliskan 'Pemberitahuan Buat Saudara2 semua. Untuk besok mulai tanggal 15 - 25 Desember jangan bepergian dulu ke Kota Malang. Himbauan Bapak Kapolresta Malang siapapun yang bukan orang Malang kalau ada yang masuk ke Kota akan dikarantina selama 14 hari. Karena Malang masuk zona hitam sekarang. Mohon disebarkan ke tetangga dan saudara - saudara anda atau teman - teman terdekat di grup Anda'.

Menurut Leonardus, unggahan pelaku di Facebook sebenarnya telah dihapus. Namun kepolisian berhasil mengendus jejak digital pelaku di media sosial miliknya.

"Kami dapatkan dari jejak digital sudah dihapus, tapi masih bisa menarik kembali dan menjadi barang bukti," ungkapnya.

Sementara pelaku AC mengaku hanya iseng - iseng saja menggunggah informasi hoax yang diakuinya didapat dari pesan whatsapp.

"Nggak ada motif apa-apa, hanya iseng. Itu ada kiriman dari Whatsapp, saya share gitu saja. Nggak lama nggak sampai satu jam terus saya hapus lagi," tuturnya.

Leonardus mengingatkan agar masyarakat berhati - hati dalam menyikapi informasi yang belum tentu kebenarannya di media sosial.

"Saya menyampaikan seluru masyarakat di Malang dan lainnya, untuk jangan melakukan atau menyebarkan berita atau informasi hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan validitasnya. Apa yang dilakukan melanggar hukum. Saya mengingatkan ke masyarakat untuk tidak menyebarkan berita hoax," tukasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini