Share

Pemerintah China Resmi Setujui Sinopharm sebagai Vaksin Covid-19

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 31 Desember 2020 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 18 2336851 pemerintah-china-resmi-setujui-sinopharm-sebagai-vaksin-covid-19-SsWQFnPcVq.JPG Foto: Reuters

CHINA - Pemerintah China akhirnya menyetujui vaksin virus Covid-19 hasil produksi perusahaan raksasa farmasi milik negara, Sinopharm, untuk disuntikan ke warganya.

Persetujuan ini datang sehari setelah Sinopharm mengatakan vaksinnya 79,34% efektif, mengutip analisis sementara dari uji klinis Fase 3.

China telah secara drastis meningkatkan program penggunaan darurat vaksinnya dalam beberapa pekan terakhir. Sejak 15 Desember, China telah memberikan lebih dari 3 juta dosis vaksin pada “kelompok utama”.

Melalui konferensi pers pada Kamis (31/12), Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional China, Zeng Yixin, mengatakan jumlah pemberian itu di atas 1,5 juta dosis yang diberikan pada kelompok berisiko tinggi pada akhir November.

Dari mereka yang diinokulasi, kurang dari 0,1% penerima mengalami demam ringan. Sekitar 0,2% mengembangkan reaksi merugikan yang relatif serius seperti alergi.

Melalui pernyataan yang dirilis pada Rabu 30/12), Beijing Biological Products Institute Co, anak perusahaan Sinopharm, mengatakan hasil sementara menunjukkan vaksin Sinopharm aman dan orang yang menerima dua dosis menghasilkan antibodi tingkat tinggi.

Namun pernyataan tersebut tidak memberikan rincian tentang data, seperti ukuran percobaan, jumlah infeksi dalam percobaan dan efek samping.

(Baca juga: Tukang Bangunan Ini Bangun Terowongan Cinta untuk Selingkuhi Istri Tetangga)

Perusahaan menegaskan vaksin itu memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia dan regulator China sendiri, Administrasi Produk Medis Nasional.

Vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Sinopharm ini telah diberikan kepada ratusan ribu orang di bawah program penggunaan darurat kontroversial yang disetujui pemerintah China.

Vaksin Sinopharm dianggap kurang efektif dibandingkan yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang memiliki tingkat kemanjuran sekitar 95%. Sedangkan Rusia mengatakan vaksin Sputnik V-nya 91% efektif.

Tingkat kemanjuran vaksin Sinopharm 79% lebih rendah dari 86% yang diumumkan oleh Uni Emirat Arab untuk vaksin yang sama pada 9 Desember. UEA mendasarkan hasilnya pada analisis sementara uji klinis tahap akhir yang dilakukan di sana dari Juli.

Kendati demikian, vaksin Sinopharm memiliki tingkat kemanjuran yang lebih tinggi daripada yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca di Inggris, yang rata-rata mencapai 70%.

China berencana menginokulasi 50 juta orang dengan vaksin Covid-19 menjelang perayaan Tahun Baru Imlek pada Februari tahun depan.

China siap mengirimkan ratusan juta dosis ke negara-negara yang telah melakukan uji coba tahap terakhir untuk kandidat vaksin terkemuka. Para pemimpin China juga telah menjanjikan semakin banyak daftar akses prioritas negara berkembang.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini