Deteksi Covid-19, GeNose Bakal Ditempatkan di Semua Fasilitas Kesehatan di Jateng

Priyo Setyawan, Koran SI · Selasa 05 Januari 2021 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 512 2339280 deteksi-covid-19-genose-bakal-ditempatkan-di-semua-fasilitas-kesehatan-di-jateng-iNCiRbtNX5.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto : Okezone.com)

SLEMAN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan semua puskesmas dan fasilitas kesehatan yang ada di Jawa Tengah akan diberi fasilitas GeNose C19, alat pendeteksi cepat COVID-19 dengan hembusan nafas, yang diproduksi Universitas Gadjah Mada.

Selain cepat mendeteksi sesorang positif atau negatif Covid-19 dan meningkatkan kapasitas surveillance untuk mengetahui berapa jumah yang terpapar. Alat ini juga dapat mendekteksi gejalan penyakit lainnya, sehingga alat ini sangat penting, bukan hanya di masa sekarang namun juga di masa mendatang.

“Karena itu, setelah ada izin edar, kami langsung pesan GeNose,” kata Ganjar usai mengunjungi produki GeNose C19 di UGM Science Techno Park (STP) di Karangmojo,Purwomartani, Kalasan, Sleman, Selasa (5/1/2020).

Ganjar menjelaskan pengunaan GeNose di lini depan fasilitas kesehahatan ini juga sebagai keputusan politik, agar tidak bergantung dengan alat buatan negara lain dengan biaya mahal. Sehingga bisa mandiri dengan buatannya sendiri dengan harga yang sangat murah.

“Kami tadi memesan 100 unit GeNose C19. Namun saat ini baru ada 35 unit, sebab baru berprodusi 10 hari setelah surat izin edar keluar,” paparnya.

Ganjar mengungkapkan, jika kapasitas produksi sudah mencukupi, diharapkan lebih banyak alat GeNose yang dapat diterapkan di puskesmas dan juga fasilitas umum di Jawa Tengah.

"Kalau semua puskesmas bisa, itu bagus sekali. Tempat umum juga, tapi itu prioritas berikutnya karena saat ini produksinya belum banyak," terangnya.

Baca Juga : UGM Keluarkan Alat Tes Covid-19, Biayanya Hanya Rp15-25 Ribu

Ia berharap pemerinta harus berpihak pada karya anak bangsa. Yaitu dengan menggerakkan daerah-daerah untuk menggunakan alat ini untuk meningkatkan surveillance di tingkat daerah. "Di kondisi saat ini di mana pandemi terus meningkat, negara harus berpihak. Keberanian pemerintah dalam memutuskan menjadi penting," terangnya.

Ganjar mengunjungi STP UGM bersama perwakilan dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah dan RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melihat langsung cara kerja GeNose serta aktivitas produksi yang dilakukan.

Ketua tim peneliti Genose, Prof. Kuwat Triyana mengatakan produksi GeNose C19 diutamakan kepada pemerintah serta perusahaan yang akan memanfaatkan GeNose C19 untuk melakukan deteksi kepada banyak orang.

“Kita tidak merekomendasikan alat ini untuk dimiliki pribadi. Bukannya kita tidak butuh uang, tapi ini kita alokasikan agar dalam sehari alat ini dapat menguji 120 hingga 200 orang, kalau kita punya 10 ribu itu 2 juta orang sehari,” paparnya.

Alat yang sudah memperoleh paten dalam negeri ini, terangnya, memiliki sejumlah perbedaan dengan alat serupa yang sudah dikembangkan di beberapa negara, salah satunya dalam penggunaan kantong penampung nafas yang terpisah dari alat GeNose sehingga mengurangi kemungkinan transmisi virus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini