JAKARTA - Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih mengatakan penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun) masih belum terlalu berdampak menekan angka kasus Covid-19.
“Di beberapa daerah memang protokol kesehatan ini masih kelihatan berat. Bahkan, tidak kelihatan impact-nya bisa menurunkan angka kejadian,” ungkap Daeng dalam diskusi “Vaksinasi Vaksinasi Covid-19, Perubahan Perilaku dan Diseminasi Informasi. Keterbukaan, Akuntabilitas dan Keadilan Dalam Distribusi Vaksin Covid-19” secara virtual, Jumat (22/1/2021).
Baca Juga: Bupati Bandung Barat Sembuh dari Covid-19, Istri dan Anaknya Masih Positif
Apalagi, saat ini kasus Covid-19 terus mengalami lonjakan. “Bahkan, sekarang angka kejadian Covid-19 juga naik. Kabarnya, kasus yang aktif juga naik sampai 40% setelah libur kemarin. Jadi, protokol kesehatan ini PR besar bagi kita semua,” kata Daeng.
Lalu, apa yang bisa dilakukan? Daeng mengatakan pemerintah perlu meninjau kembali protokol kesehatan. “Pemerintah mungkin meninjau kembali protokol kesehatan yang sekarang dilakukan. Mungkin bukan hanya 3M, kalau hanya 3M dari segi ilmu kesehatan masyarakat, teori yang kuno saja seperti teori Bloom, kesehatan masyarakat, itu mestinya mengubah perilaku,” katanya.