Demikian juga KH Bisri Syansuri, kata Marwan, juga telah banyak berkontribusi bagi perjalanan bangsa Indonesia. Pendiri Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, tersebut aktif dalam perlawanan terhadap penjajah sebagai Komandan Markas Besar Ulama.
Kiai Bisri, sambungnya, juga mempunyai kontribusi besar dalam pendidikan Indonesia di mana kakek dari Gus Abdul Muhaimin Iskandar tersebut merupakan kiai pertama yang mendirikan pesantren khusus perempuan. “Kiprah dan kontribusi Mbah Bisri tentu tidak diragukan lagi serta layak mendapat gelar Pahlawan Nasional,” katanya.
Baca Juga : Ustadz Yusuf Mansur : Donasi untuk Keluarga Ustadz Maaher Tembus Hampir Rp400 Juta
Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini menegaskan akan segera bertemu dengan Kemensos sebagai mitra Komisi VIII untuk membicarakan pengangkatan Mbah Kholil Bangkalan dan Mbah Bisri Syansuri sebagai Pahlawan Nasional. Dia berharap agar persoalan teknis administratif pengajuan nasional bagi dua tokoh besar tersebut bisa segera diselesaikan.
“Kami yakin tokoh-tokoh tersebut tidak ingin dipuja sebagai pahlawan, namun sebagai bangsa besar kita tentu ingin mengabadikan jasa-jasa Syaikhona Kholil dan Mbah Bisri Syansuri sebagai Pahlawan Nasional,” tuturnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.