Cabuli 15 Santriwati, Pimpinan Ponpes di Jombang Menyelinap ke Asrama Putri saat Tengah Malam

Tritus Julan, Koran SI · Selasa 16 Februari 2021 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 519 2362797 cabuli-15-santriwati-pimpinan-ponpes-di-jombang-menyelinap-ke-asrama-putri-saat-tengah-malam-AkWciyuhAQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JOMBANG - Pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berinisial SB (49) ditangkap polisi karena mencabuli dan memperkosa 15 santriwati. Lantas, bagaimana modus pelaku saat beraksi?

Pelaku SB hampir tiap malam menyelinap ke asrama putri dan korbannya diperkirakan mencapai 15 orang. Hal itu terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah santriwati.

Berdasarkan keterangan yang diterima pihak kepolisian, aksi bejat yang dilakukan SB ini sudah terjadi sejak dua tahun. Selama itu, dia menjadikan santriwati-santriwati yang mondok di ponpes tersebut menjadi tempat pelampiasan syahwatnya.

Baca juga: Diperkosa 4 Pria, Gadis 13 Tahun di Israel Lapor Polisi

"Pengakuannya sudah dua tahun. Korban pada saat itu (pencabulan dan persetubuhan) rata-rata masih berusia 16-17 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Christian Kosasih, Senin (15/2/2021).

Foto: Tritus

Sementara modus yang digunakan SB dalam menjalankan aksi bejatnya itu dengan cara membujuk korban. Hampir setiap malam SB datang ke asrama santri putri. Dia kemudian meminta kepada santriwati untuk melakukan perbuatan cabul.

Baca juga: Kejam! Aris Perkosa dan Bunuh Pedagang Sayur Usai Belanja

"Jadi dilakukan saat malam hari, ada yang setelah Isya, ada juga saat tengah malam saat salat tahajud. Ada yang hanya diraba-raba, ada juga yang sampai melakukan persetubuhan. Kalau laporan hamil belum ada," ucap Kosasih.

Aksi pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan SB ini diduga terjadi lantaran para korban takut. Selama ini, ada kekhawatiran jika para santriwati ini melaporkan perbuatan bejat kiainya tersebut.

"Karena yang bersangkutan ini sebagai pimpinan pondok pesantren, ada rasa takut dari santri. Banyak korbannya, ada yang dari Jombang, dari Jawa Tengah juga ada. Ini masih kami proses, tidak menutup kemungkinan ada korban lain," kata Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini