Begini Cara Lansia Daftar Vaksinasi Covid-19

Agregasi Sindonews.com, · Senin 01 Maret 2021 03:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 525 2369898 begini-cara-lansia-daftar-vaksinasi-covid-19-cdRHO2Iuiz.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

BANDUNG - Jika Anda warga Bandung yang sudah lanjut usia (lansia) atau paling tidak memiliki keluarga yang lansia dan belum terdaftar pada program vaksinasi Covid-19, ada baiknya melakukan pendaftaran secara mandiri. Sebab, untuk vaksinasi tahap dua ini, sistem yang digunakan bottom-up.

Anda bisa mendaftar melalui link Bandung.kemkes.go.id. Data harus dilengkapi diantaranya nomor induk kependudukan (NIK), nama, jenis kelamin, memilih fasilitas kesehatan untuk tempat vaksinasi, umur, tanggal lahir, alamat, hingga nomor telepon yang dapat dihubungi.

“Lansia harus mendaftarkan diri melalui link yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani, Minggu 28 Februari 2021.

Setelah mendaftar, lansia akan tercatat di Kementerian Kesehatan (kemenkes). Kemudian, Kemenkes akan memberikan datanya kepada dinas kesehatan di setiap kota/kabupaten. Baru setelah itu data diolah kembali dan disampaikan kepada fasilitas kesehatan.

“Untuk peserta yang masuk tahap dua tetapi belum terdaftar, masih bisa melakukan pendaftaran. Kita ikuti sesuai dengan ketersediaan vaksin,” jelas Rosye.

Lansia yang berumur 60 tahun dan diatas 60 tahun dapat mendaftarkan diri untuk vaksinasi. Walaupun begitu, Rosye mengatakan, tidak semua lansia dapat divaksin. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, salah satunya terhindar dari lima tanda kerapuhan.

Baca Juga : Menkes Targetkan 38 Juta Orang Divaksin Covid-19

“Untuk yang sudah terdaftar nantinya akan dipanggil oleh fasilitas kesehatan, dikonfirmasi sebelumnya melalui telepon, untuk dipastikan benar-benar sehat,” imbuhnya.

Menurut Direktur Rumah Sakit Al-Islam, Muhammad Iqbal, setelah mendapatkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, para lansia akan dihubungi untuk diberikan jadwal pelaksanaan vaksinasi. Dilakukan pula screening kesehatan.

“Tahapannya lansia yang sudah dihubungi oleh faskes datang ke faskes, kemudian mereka melakukan screening. Walaupun sebetulnya malam (satu hari sebelumnya) kita hubungi juga dilakukan screening singkat untuk memastikan kondisinya baik-baik saja, sedang ada keluhan atau tidak, sehingga bisa dilanjutkan pada hari ini,” jelas Iqbal.

Setelah dipastikan dalam kondisi yang sehat, lansia akan datang ke fasilitas kesehatan dan melakukan daftar ulang. Kemudian, lansia akan dilakukan pemeriksaan ulang secara fisik. Setelah lolos pemeriksaan tersebut, lansia kemudian dapat diberi vaksin.

Setelah vaksinasi, lansia harus menunggu kurang lebih 30 menit untuk observasi. Jika tidak ada keluhan, lansia akan diberikan kartu vaksin dan dalam 28 hari akan kembali mendapatkan jadwal vaksinasi.

“Jadi yang hari ini datang kita pastikan betul-betul dalam kondisi yang baik” kata Iqbal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini