Posting Foto Editan Menag Gus Yaqut, Pria Bolaang Mongondow Ditangkap Polisi

Subhan Sabu, Okezone · Kamis 04 Maret 2021 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 340 2371874 posting-foto-editan-menag-gus-yaqut-pria-bolaang-mongondow-ditangkap-polisi-3GjjzVhZTl.jpg Terduga pelaku ujaran kebencian. (Foto: Dok Polda Sulut)

MANADO - Ditreskrimsus Polda Sulawesi Utara (Sulut) menangkap seorang pria tersangka kasus tindak pidana UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), berinisial MAB (58), warga Lolak, Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

MAB ditahan berdasarkan informasi dari masyarakat kepada Tim Patroli Siber Ditreskrimsus Polda Sulut tentang postingan di Facebook pada Minggu 28 Februari 2021.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, dalam postingan di akun pribadinya itu, terduga mengunggah foto Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut yang diedit sedemikian rupa.

Baca juga: PBNU: Seni UU ITE Harus Mengatur Norma tapi Tak Batasi Kebebasan Berpendapat

Selain itu, dalam postingan tersebut terduga juga menuliskan kalimat berbunyi “Dajjal telah turun ke bumi, para munafikun juga sudah bertebaran di atas bumi, dunia semakin tua mengaku Islam tetapi dari belakang menusuk Islam, ingat !!!! kita semua akan melalui titian yg lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari mata pedang, semoga para munafikun dan pemimpin yang zolim tidak akan menebusnya.”

Jules mengatakan, pihaknya kemudian segera melakukan penyelidikan mendalam, dan diketahui pelaku memposting konten tersebut pada Minggu sekira pukul 10.00 Wita.

Baca juga: Lontarkan Ujaran Kebencian saat Live di Facebook, Perempuan Ini Ditangkap

“Sehari kemudian tim mendatangi rumah terduga dan mengamankannya, lalu dibawa ke Mapolda Sulut untuk diperiksa," kata Jules Abraham Abast, Rabu (3/3/2021).

Hasil interogasi sementara, terduga mengaku mendapat konten postingan tersebut dari group WhatsApp. Dia berdalih tidak ada maksud tertentu lewat unggahannya. 

Pelaku diamankan beserta barang bukti berupa satu buah handphone dan hasil tangkapan layar postingan-nya.

“Terduga dijerat Pasal 45.a ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar," uca Jules.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini