Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Para Mitra Grab yang Sukses berkat Pemanfaatan Teknologi

Karina Asta Widara , Jurnalis-Kamis, 04 Maret 2021 |12:09 WIB
Kisah Para Mitra Grab yang Sukses berkat Pemanfaatan Teknologi
fOTO : Dok GRAB INDONESIA
A
A
A

Selama masa pandemi banyak hal yang terjadi khususnya pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terus mengalami kemerosotan. Dan Grab sebagai superapp terkemuka di Asia Tenggara yang menghubungkan jutaan pelanggan dengan jutaan mitra pengemudi, merchant, percaya bahwa segala bentuk masalah dapat ditemukan solusinya.

Oleh karena itu, Grab pun mengembangkan program guna mencakup berbagai inisiatif akselerasi khusus untuk melatih dan meningkatkan keterampilan UMKM, serta iklan gratis untuk membantu mereka meningkatkan visibilitas secara online sehingga dapat meningkatkan penjualan.

Agen GrabKios yang sebelumnya menganggur, kini bahkan dapat menghasilkan hingga puluhan juta rupiah dari penjualan per bulan setelah bergabung dengan Grab. Pada saat bersamaan, platform Grab mampu memberikan kestabilan pendapatan bagi UMKM yang menjadikan Grab sebagai pekerjaan utamanya..

Kisah Om Cei, Pemilik Suara Emas yang Juga Jadi Ketua Komunitas Transportasi Daring di Makassar

 

Maret 2018, di lobi Hotel Grand Clarion, kini bernama Hotel Claro, Makassar, Kristian Elwarin menyambut sodoran selebaran dari seorang petugas, saat menghadiri undangan pernikahan keluarganya. Petugas menawarkan kerja sama menjadi mitra di aplikasi terkemuka di Asia Tenggara, Grab.

"Petugas itu bilang siapa tahu mau gabung, pendaftarannya online. Kupikir kebetulan lagi nganggur, jadi iyakan saja. Eh, pas email buat daftar, langsung dibalas," kisah pria kelahiran Makassar, 6 Juli 1978 ini.

Pertemuan itu ternyata menjawab kegelisahan ayah dari dua anak ini. Angsuran mobil saat itu sudah berjalan dua tahun namun belum mendapat pekerjaan tetap.

Bukan tanpa usaha, Kristian yang akrab disapa Om Cei ini sudah ke sana-sini menyodorkan lamaran kerjanya, namun tak pernah tersambut.

Dan bulan September 2019 lalu, Om Cei gabung dengan komunitas SGCK Kompos (Sahabat Grab Club Komunitas Pengemudi Joss) beranggotakan 55 orang.

Komunitas yang mengakomodir seluruh komunitas dengan lebih akomodatif dan terkoordinir sebab perwakilan Grab juga terlibat di dalamnya.

Hingga pada Maret 2020, Om Cei genap tiga tahun menjadi mitra Grab. Penghasilannya mampu menopang ekonomi keluarga juga biaya pendidikan untuk kedua anaknya.

Ia bahkan telah mampu membeli dua mobil. City car miliknya diubah menjadi family car. Family car dengan kapasitas yang lebih besar, kata dia, jauh lebih menguntungkan.

"Saat itu lebaran, dan kebutuhan armada family car meningkat. Akhirnya saya putuskan untuk membeli family car supaya bisa ambil pesanan GrabCar 6-Seaters. Uangnya ya saya kumpulkan dari nge-Grab. Dengan bergabung Grab, baru bisa beli dua mobil begini," tuturnya.

Om Cei mengaku menjadi mitra GrabCar bukan semata hanya bertugas mengantar penumpang dan barangnya. Ada sebuah tanggung jawab besar dalam pekerjaan ini.

Tanggung jawab ini telah ditunjang oleh kecanggihan fitur verifikasi wajah mitra saat mendaftar, sehingga tidak bisa menggunakan akun orang lain.

Hasilnya memuaskan, kata Om Cei. Berbagai pengalaman membuatnya semakin yakin bahwa pelanggan merasa sangat nyaman dan aman dengan verifikasi wajah tersebut.

Selain aman buat customer, Grab juga sudah mengakomodir keamanan pengemudi melalui fitur tombol darurat. Jika ditekan, maka pihak keamanan Grab akan segera merespon.

"Pernah saya ditelpon dari layanan pusat karena tidak sengaja fitur ini tertindih. Menanyakan apakah saya baik-baik saja. Hal ini sangat penting, jika kita mengantar penumpang ke daerah berkategori rawan, jadi kita merasa tidak sendirian," pungkasnya.

Cei merupakan satu dari jutaan wirausahawan mikro yang tergabung dalam ekosistem Grab di Indonesia.

Kisah Ucok, Mitra Ojol Pahlawan Saat Kebakaran di Jalan Veteran

 

Kisah lain datang dari Ucok. Pria yang hanya lulusan SMP ini dulunya jadi pekerja kasar. Buruh hingga tukang bantu-bantu di bengkel.

Begitulah kira-kira yang banyak mengisi pikiran Syahrier. Pria kelahiran Makassar Oktober 44 tahun silam ini telah melewati sekian banyak pekerjaan yang sifatnya serabutan. Sebab ia merasa, ijazah SMP tak akan pernah menemukan pekerjaan yang lebih baik selain menjadi pekerja kasar. Sebelum akhirnya mengenal GrabBike.

Ayah dari tiga orang anak yang sempat viral karena aksi heroiknya membantu memadamkan kobaran api meteran listrik salah satu ruko di Jalan Veteran Makassar ini, sebelum memilih bergabung sebagai pengemudi motor di aplikator yang jaya di Asia Tenggara itu, ibarat tanpa arah Ucok menjalani berbagai pekerjaan. Namun, tak ada yang bertahan cukup lama.

Tepat Agustus 2018, entah menjadi daftar pekerjaan yang ke berapa, Ucok diterima menjadi sopir seorang dokter. Terhitung lima bulan, Ucok mengakhiri mengantar sang dokter setelah melabuhkan pilihan sebagai driver motor di Grab.

"Ada teman-teman yang ajak saya. Kupikir menyenangkan juga kalau jadi GrabBike. Lalu, saya dibantu teman uruskan berkas pendaftaran," bebernya.

 

Padahal, awalnya Ucok sempat tak yakin Ia bisa ikut gabung di GrabBike. Terlebih, hanya berbekal ijazah SMP. Sisa mengasah kemampuan bermain aplikasi di gawainya, Ucok membuka trip pertamanya pada Januari 2019 lalu.

"Saya sangat berterima kasih. Masih ada pekerjaan dengan hanya bermodal ijazah SMP. Dan pekerjaan ini tidak seberat seperti buruh yang pernah kujalani," terangnya.

Ucok pun semakin hari kian menikmati pekerjaan yang satu ini. Apalagi, kesenangannya bertemu orang-orang yang berbeda latar belakang dari setiap daerah saat mengembara di berbagai tempat dahulu, nyatanya ia juga temukan pada penumpangnya.

Makanya, Ia rutin membuka tripnya dengan senyum dan menyapa penumpang. Menurutnya, itu adalah pembuka hari yang bikin menyenangkan sebagai memberikan pelayanan terbaik kepada customer.

Kebiasaannya bersosialisasi juga dipupuk dengan bergabung di salah satu komunitas driver di Makassar berlabel Sarkodes (Sapu Rata Kota Desa) berfilosofi siap mengantar kemanapun tujuan konsumen. Anggota Sarkodes beranggotakan Driver GrabBike dan GrabCar sebanyak 63 orang.

Ngopdar (Ngopi darat) alias kumpul-kumpul Sarkodes menjadi wadah Ucok dan rekan sejawatnya untuk saling berbagi pengalaman dan memecahkan masalah bersama terkait hal-hal apa saja yang menurut mereka menarik.

Sekarang Ucok merasa lebih nyaman, mengatur waktu bersama keluarga dan fokus untuk menata masa depan ketiga anaknya dari hasil tabungan emas yang diperolehnya sebagai bagian dari layanan Grab kepada para mitranya.

Padahal, serangkaian pekerjaannya dahulu tak satupun yang bikin uangnya bisa ditabung. Skema Grab menyuguhkan berbagai fasilitas pembiayaan dan tabungan kepada mitranya ternyata bikin Ucok lebih terbuka lagi dalam hal pentingnya menabung.

"Saya ada tabungan emas, hasil kerja sama Grab dengan Pegadaian, itu masuk program GrabBenefits. Saya terima kasih ke Grab karena memberikan banyak pilihan manfaat yang meningkatkan kesejahteraan mitranya. Bisa cicil motor tanpa DP (Down Payment), beli rumah, emas dan lainnya," terang Ucok.

CM

(Yaomi Suhayatmi)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement