Pria yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Detasemen Polisi Militer Kupang tersebut menceritakan bahwa alamarhum ayahnya rela bekorban harta hingga nyawa demi membela merah putih. "Ayah saya bilang, beliau berjuang bukan hanya karena beliau tentara tapi karena prinsip mempertahankan kedaulatan negara,” ungkapnya.
Baca Juga : Mengungsi Imbas Gempa M5,8, Warga Mentawai: Gempanya Kuat Hampir Satu Menit
Sekadar informasi, proses penyerahan menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan hanya menghadirkan 100 penerima di ruang terbuka dengan menjaga jarak.
Sebelumnya, pada Desember 2020 Menhan Prabowo telah menyematkan piagam bela negara kepada 23 orang sebagai delegasi masyarakat NTT. Salah satu dari 23 orang itu yakni tokoh pro integrasi Timor Timur sekaligus eks Wakil Panglima Milisi pro-Indonesia, Eurico Guterres.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.