YAGON - Perkembangan terbaru aksi demonstrasi warga yang menolak pemerintahan militer Myanmar menewaskan tujuh orang di tangan aparat keamanan pada Kamis 11 Maret 2021 lalu menambah jumlah korban jiwa hingga lebih dari 60 orang.
Saksi mata mengatakan beberapa pengunjuk rasa ditembak di bagian kepala. Enam kematian itu terjadi di kota Myaing.
Baca juga: Pejabat NLD Kedua Meninggal dalam Tahanan Junta Militer Myanmar
Korban lainnya jatuh di distrik Dagon Utara, Yangon. Seorang pemuda berusia 25 tahun bernama Chit Min Thu meninggal setelah tertembak di bagian kepala.
Baca juga: Militer Myanmar Tuduh Suu Kyi Terima Suap Rp8,6 Miliar dan Emas Senilai Rp9 Miliar
"Tidak ada yang akan berdamai sampai situasi ini selesai. Mereka sangat kejam memperlakukan anak saya," kata ibunya, Hnin Malar Aung kepada kantor berita AFP dikutip Okezone, Jumat (12/3/2021).
Tuduhan terhadap Suu Kyi, Brigadir Jenderal Zaw Min Tun juga menuduh Presiden Win Myint dan beberapa menteri dalam kabinet melakukan korupsi.
Pemerintahan militer Myanmar menuduh Aung San Suu Kyi menerima Rp8,6 miliar uang dan emas secara ilegal. Nilai emas yang dituduh militer yang diterima secara ilegal sekira Rp9 miliar.
Partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), menang telak dalam pemilihan tahun lalu, namun militer kini mengeklaim pemilihan tersebut curang.
Pengamat independen dari berbagai negara membantah klaim militer menyatakan tidak ada penyimpangan yang ditemukan.
Suu Kyi telah ditahan selama lima pekan terakhir di tempat yang dirahasiakan dan menghadapi beberapa dakwaan termasuk "menyebabkan keresahan dan ketakutan", kepemilikan ilegal peralatan radio, dan melanggar pembatasan Covid-19.
Dakwaan menerima sesuatu secara ilegal yang dijatuhkan pada hari Kamis adalah yang paling serius sejauh ini.
Myanmar telah diramaikan dengan unjuk rasa di jalanan sejak militer merebut kekuasaan dan menahan Suu Kyi.
PBB, AS, dan banyak negara lain telah mengecam pembunuhan warga sipil dalam tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa anti kudeta di Myanmar, dan meminta otoritas untuk menahan diri. Militer telah menepis kritik atas tindakannya, alih-alih menyalahkan Suu Kyi atas kekerasan yang terjadi.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.