Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polling Insiden Penembakan Laskar FPI, Haikal Hassan: 96,8% Pilih Pelanggaran HAM Berat

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 13 Maret 2021 |09:57 WIB
Polling Insiden Penembakan Laskar FPI, Haikal Hassan: 96,8% Pilih Pelanggaran HAM Berat
Laskar FPI yang jadi korban penembakan polisi.(Foto:Ist)
A
A
A

JAKARTA - Sekjen Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan, melalui akun media sosial miliknya membuat polling kepada netizen terkait dengan insiden penembakan Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Dalam polling tersebut, Haikal memberikan tiga pilihan. “Punggung gosong bbrp. Kemaluannya bengkak. Mukanya biru lebam. Kulit tangan terkelupas bbrp. Kuku bbrp pada hilang. Peluru ada tembus kepala/dada. Ini termasuk: pelanggaran HAM berat, pelanggaran HAM ringan, bukan pelanggaran HAM,” cuit Haikal melalui akun miliknya @haikal_hassan, Sabtu (13/3/2021).

Baca Juga: Pelaku Unlawful Killing Laskar FPI Terancam 15 Tahun Penjara

Hingga berita ini diturunkan, yang ikut berpartisipasi mencapai 4.985 netizen. Dan hasil dari polling netizen memilih bahwa insiden tersebut pelanggaran HAM berat 96,8%. Pelanggaran HAM ringan 1%, dan bukan pelanggaran HAM 2,2%.

Baca Juga: Kasus Penembakan Laskar FPI, IPW Minta Jejak Digital Handphone 3 Pelaku Diperiksa

Sementara itu, beberapa netizen juga mengomentari polling tersebut diaantaranya akun @BungZazak. Dia menegaskan bahwa insiden penembakan laskar FPI ini merupakan pelanggaran HAM berat. “Menurut sya sbg org biasa, bukan pegawai HAM, bukn org HAM apa lagi komisioner HAM. Ini adalah pelanggaran HAM BERAT,” tulisnya.

“Karena ini di lakukan trhdp 6 (Enam) org yg sdng mengawal ulama pergi ke t4 pengajian.kalo sj ini di lakukan trhdp : Teroris kls kakap,Gembong narkoba, Perampok sadis, Pemerkosaan sadis, Maling Spektakuler. Maka kami akan menyambut dg. seeeeee...gembira”nya,” tambahnya.

Selain itu, akun @Tommych75945397 mengatakan bahwa insiden tersebut sudah terstruktur, sistematis, dan masif. “Terstruktur (sudah diintai dan diikuti sebelumnya). Sistematis (sudah di tentukan algojo Dan rumah pembantaian 4 orang lainnya). Masif (dibantai habis2an yang mengakibatkan 2 orang pertama dan berkembang dibantai 4 orang lainnya yang sudah di bekukuk menyerah),” tulisnya.

(Sazili Mustofa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement