Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Di Tengah Isu Impor Beras, Anas Urbaningrum: Cuma Arit, Tanpa Palu

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Jum'at, 19 Maret 2021 |22:58 WIB
 Di Tengah Isu Impor Beras, Anas Urbaningrum: Cuma Arit, Tanpa Palu
Anas Urbaningrum (foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Di tengah isu Pemerintah bakal melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum melontarkan twit di akun Twitternya.

Cuitannya tersebut bertuliskan 'cuma palu tanpa arit'. Lalu postingannya itu tambahkan adanya foto dua petani membawa kertas bertuliskan 'tolak impor beras' dan 'demi petani ojo impor beras'.

"Cuma arit. Tanpa palu *admin," tulis Anas dalam akun twitternya @anasurbaningrum, Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Baca juga:  Mendag: Impor Beras Tanggung Jawab Saya!

Sekadar diketahui, Pemerintah akan membuka keran impor beras sebanyak 1 juta ton agar kebutuhan stok dapat terjaga menjelang Lebaran. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras akan naik hingga bulan April.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan alasan kenapa pemerintah masih mengimpor beras ketika stok masih tinggi. Mendag mengatakan, beras impor tersebut bakal digunakan untuk menambah cadangan.

 Baca juga: Harga Gabah Turun Bukan karena Rencana Impor Beras

"Beras hasilnya tahun ini akan baik, tapi biar bagaimana pun pemerintah mesti punya cadangan atau yang disebut iron stock," ujarnya di Jakarta.

Mendag menuturkan bahwa beras merupakan komoditas yang sensitif bagi masyarakat. Untuk itu pemerintah perlu menjaga ketersediaan barang dan stabilitas harga.

"Ketika barang ada meskipun tinggi, itu jauh lebih mudah, daripada harga tinggi dan barang tidak ada," terangnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement