Dipecat Puskesmas, Petugas Tracing Covid-19 yang Hamil 9 Bulan Mengadu ke Pemkot Medan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Senin 22 Maret 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 608 2382098 dipecat-puskesmas-petugas-tracing-covid-19-yang-hamil-9-bulan-mengadu-ke-pemkot-medan-VRsrn7mKzP.jpg Petugas tracing Covid-19 yang dipecat puskesmas mengaku ke Wakil Wali Kota Medan Aulia Rahman (Foto : Istimewa)

MEDAN - Liana Purba, petugas penelusur (tracing) Covid-19 Kota Medan, mengadu ke Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rahman usai dipecat (PHK) sepihak oleh pihak Puskesmas Sentosa Baru, Medan Perjuangan. Liana diterima di ruang kerja Aulia Rahman, setelah kisah perempuan yang tengah hamil 9 bulan itu, sempat menjadi perbincangan (viral) di kalangan warganet.

Kepada Aulia Rahman, Liana menyampaikan keluhannya karena mendapatkan perlakuan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lantaran tugasnya mendata warga yang terindikasi positif Covid-19, di wilayah kerjanya.

Liana yang merupakan warga Jalan Perjuangan Batang Kuis ini mengaku mendapatkan PHK sepihak karena melakukan tracing terhadap salah satu anggota keluarga pegawai di Dinkes Kota Medan.

"Yang saya lakukan sesuai SOP pak, enak aja mereka main pecat. Saya rasa saya macam sampah diperlakukan seperti ini," keluh Liana.

Dia mengaku sudah melakukan konfirmasi dengan pihak BNPB dan meminta penjelasan kepada Kepala Puskesmas Sentosa Baru, terkait adanya pemutusan kerja sepihat tersebut.

"Saya sudah tanyakan langsung bu Mutia Nimpar, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Medan, lewat telepon. Tapi nomor saya diblokir," sambung Liana sambil meneteskan airmata.

Mendengar keluhan Liana Purba tersebut, Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, langsung menelpon yang berwenang antara lain; Kepala BNPB, Kepala Puskesmas Sentosa Baru dan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Medan.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Bertambah 5.744, Ini Sebaran di 34 Provinsi

Dihadapan Liana, Wakil Wali Kota Medan pun menyalakan speaker ponselnya untuk berkomunikasi dan menanyakan langsung prihal masalah yang terjadi soal PHK sepihak.

"Nah udah dengar kan dek. Jangan nangis lagi. Enggak ada yang berani mecat kamu dek. Dinas Jangan coba macam-macam mereka. Apalagi kamu tengah hamil tua begini," kata Aulia Rachman.

Wakil Wali Kota Pendamping mantu presiden Joko Widodo ini, menegaskan kepada Dinas Kesehatan agar tidak sembarangan dalam mengambil tindakan. Apalagi sampai memecat petugas Treacer yang ternyata mendata dan melakukan tugas sesuai SOP dalam mencegah penyebaran Covid.

"Saya ingatkan Dinas Kesehatan Medan tidak semena-semena terhadap pekerja lepas. Kita akan tindak tegas," pungkas Aulia

Menurut Aulia, apa yang dilakukan oleh Liana Purba, sesuai dengan program dari Pak Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19, serta sosialisasi 3 T, Testing, Tracing dan Treatment, serta mensukseskan program vaksinisasi yang saat ini sedang dilakukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini